Akurat Logo

Cegah Blackout Terulang, PLN Tingkatkan Pemantauan Kabel Transmisi

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 25 Mei 2026, 19:12 WIB
Cegah Blackout Terulang, PLN Tingkatkan Pemantauan Kabel Transmisi
Direktur Transmisi PT PLN, Edwin Nugraha Putra mengatakan pihaknya akan meningkatkan inspeksi jaringan transmisi

AKURAT.CO PT PLN (Persero) memastikan akan memperkuat sistem pengawasan dan pemeliharaan jaringan transmisi guna mencegah terulangnya gangguan kelistrikan massal seperti yang terjadi di Sumatra beberapa waktu lalu.

Direktur Transmisi PT PLN, Edwin Nugraha Putra mengatakan, salah satu langkah antisipasi yang dilakukan perseroan adalah meningkatkan inspeksi terhadap jaringan transmisi.

Terutama pada sambungan kabel yang berpotensi mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.

Baca Juga: PLN Ungkap Fenomena Power Swing Penyebab Pemadaman di Sumatra

“Berkaca seperti yang kejadian yang ada di Aceh, termasuk kejadian kali ini, maka tentunya kami melakukan inspeksi double.” kata Edwin dalam konferensi pers, Senin (25/5/2026).

Edwin menjelaskan, PLN memiliki metode khusus untuk mendeteksi potensi kerusakan pada sambungan kabel transmisi, termasuk mendeteksi kondisi kabel yang mulai retas atau terkelupas.

Menurutnya, kerusakan pada sambungan kabel dapat memicu panas berlebih yang berisiko menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan.

“Jadi ada cara kami untuk melihat apakah sambungan tersebut sudah mulai retas (terkelupas) atau tidak ya karena kalau dia mulai retas akan timbul panas yang berlebih,” ujarnya.

PLN, lanjut Edwin, menggunakan teknologi infrared untuk memantau suhu pada titik-titik tertentu di jaringan transmisi.

Hasil pemantauan tersebut kemudian dibandingkan dengan suhu udara di sekitar lokasi guna mengetahui adanya kenaikan suhu abnormal.

“Nah ketika kami mengetahui itu lebih panas, ada suhu tertentu kami bandingkan tentunya dengan suhu udara apakah kenaikannya sekitar 10 derajat atau 15 derajat, ada range-nya,” tutur Edwin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.