PHE Ungkap Penyebab Produksi Minyak Turun pada Awal 2026

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan produksi migas perseroan berjalan lambat pada kuartal I-2026.
Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi mengatakan, salah satu kendala utama terjadi di awal tahun pada Blok Rokan akibat gangguan pasokan gas dari pipa Transportasi Gas Indonesia (TGI).
Gangguan tersebut berdampak langsung terhadap penurunan produksi minyak di wilayah kerja Rokan yang menjadi salah satu tulang punggung produksi migas nasional.
Baca Juga: Produksi Migas PHE Tembus 945 Ribu Boepd per April 2026
Itu yang menyebabkan average produksi minyak kita, terutama di Rokan, menurun cukup tajam,” kata Awang saat rapat dengan Komisi XII DPR RI dikutip, Selasa (26/5/2026).
Selain itu, PHE juga menghadapi kendala produksi di salah satu wilayah kerja domestik yang dikelola bersama ExxonMobil.
Awang menyebut peningkatan produksi gas di lapangan tersebut terkendala keterbatasan fasilitas produksi yang tersedia di Banyu Urip.
“Itu adalah isu utama yang kita alami di kuartal pertama 2026 ini, sehingga hingga saat ini produksi kami hanya mencapai untuk domestik 367 ribu barel per hari,” ujarnya.
Di sisi internasional, produksi PHE juga terdampak konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.
Baca Juga: PHE, ExxonMobil dan SK Group Jajaki Proyek CCS Lintas Negara Indonesia-Korsel
Awang menjelaskan, perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat pemerintah Irak meminta penghentian sementara operasi Lapangan West Qurna yang dikelola PHE.
“Beberapa hari setelah perang, pemerintah Irak meminta lapangan tersebut harus dimatikan. Di situ kita kehilangan sekitar 100.000 barrel oil per day,” tutur Awang.
Saat ini produksi di Lapangan West Qurna mulai diizinkan kembali, namun kapasitas operasi belum sepenuhnya pulih. Produksi yang berjalan masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan domestik Irak.
“Produksi sudah diizinkan, tapi belum full, kurang dari 10 persen hanya untuk memenuhi kebutuhan di internal Irak, jadi belum kembali seperti semula,” pungkasnya.
Adapun, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat produksi migas hingga April 2026 mencapai 945 ribu barrel oil equivalent per day (boepd).
Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi mengatakan, hingga April 2026 produksi minyak PHE tercatat sebesar 475 ribu barrel oil per day (bopd). Produksi tersebut terdiri atas kontribusi domestik sebesar 367 ribu bopd dan produksi internasional sebesar 109 ribu bopd.
“Untuk produksi minyak kita, untuk yang domestik sebesar 367 ribu, dengan yang internasional adalah 109 ribu barrel oil per day, dengan total untuk minyaknya adalah 475 ribu barrel oil per day,” kata Awang saat rapat dengan Komisi XII DPR RI dikutip, Selasa (26/5/2026).
Awang menambahkan, produksi gas PHE tercatat mencapai 2.722 million standard cubic feet per day (MMscfd). Kontribusi produksi gas domestik mencapai 2.385 MMscfd dan internasional sebesar 337 MMscfd.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






