Akurat Logo

Wamen ESDM: Stok BBM Aman di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 29 Mei 2026, 18:52 WIB
Wamen ESDM: Stok BBM Aman di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah
Ilustrasi BBM di SPBU

AKURAT.CO Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam keadaan aman.

Yuliot menyampaikan, stok BBM nasional saat ini berada jauh di atas batas minimal cadangan operasional yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau untuk ketersediaan BBM, ini kan kita ada indikator ketersediaan cadangan operasional minimal. Ini cadangan minimal kita, cadangan yang ada saat ini jauh di atas cadangan minimal,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Wamen ESDM Sebut Perpres 26/2026 Buka Pintu Impor Minyak dan BBM bagi Lemigas

Yuliot menjelaskan, stok BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar CN48 dalam kondisi aman dan berada di atas batas minimum cadangan nasional.

Selain itu, pemerintah juga memastikan pasokan BBM non-subsidi seperti CN51, Pertamax, dan Pertamax Turbo mencukupi untuk kebutuhan masyarakat secara nasional.

“Dan juga non-subsidi pun kita amankan seperti CN51, Pertamax, dan juga Pertamax Turbo ini cukup secara nasional,” ujarnya.

Yuliot juga menanggapi potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS) yang dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga BBM.

Menurutnya, pemerintah masih berupaya menjaga stabilitas harga BBM subsidi melalui peningkatan produksi minyak dalam negeri serta penguatan kapasitas kilang nasional.

“Jadi untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan, ini menurut perhitungan kita kan ada produksi dalam negeri yang kita dorong itu peningkatan, kilang di dalam negeri pun itu juga kita juga sudah siapkan,” tutur Yuliot.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.