Waisak Borobudur Jadi Mesin Ekonomi, Okupansi Hotel Melonjak

AKURAT.CO Perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 di kawasan Candi Mendut dan Borobudur tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga memicu perputaran ekonomi yang berlangsung hampir tanpa henti di Magelang.
Tingginya kunjungan wisatawan dan umat dari berbagai daerah membuat hotel, homestay, rumah makan, hingga kedai kopi mengalami lonjakan aktivitas selama rangkaian acara berlangsung.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menilai, fenomena tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan berskala besar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah secara langsung.
Baca Juga: Ide Ucapan Hari Raya Waisak 2026 untuk Rekan Kerja dan Relasi Bisnis
"Ini bukan hanya ibadah saja, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi. Teman-teman yang datang ke sini tidak hanya mengunjungi candi, tetapi juga berbelanja ke kedai kopi, dan tentu membutuhkan tempat makan," kata Irene Umar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Menurut Irene, tingginya antusiasme masyarakat menghadiri Waisak bahkan membuat akomodasi di sekitar Borobudur sulit diperoleh jauh-jauh hari. Ia mengaku pernah mengalami kesulitan mendapatkan hotel saat perayaan Waisak tahun sebelumnya sehingga harus melakukan pemesanan sejak lama.
"Kalau hotel penuh itu bisa dibilang happy problem. Artinya banyak orang datang. Sekarang juga sudah banyak homestay yang dibuka untuk melayani kebutuhan pengunjung," ujarnya.
Fenomena tingginya okupansi selama Waisak sejalan dengan tren pemulihan pariwisata nasional. Data resmi Kementerian Pariwisata menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2024 mencapai lebih dari 1 miliar perjalanan, melampaui target pemerintah.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat penghunian kamar hotel berbintang nasional pada 2024 berada di kisaran 50% hingga 60% per bulan. Angka tersebut cenderung melonjak saat libur panjang dan penyelenggaraan event nasional maupun internasional.
Kawasan Borobudur sendiri merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang terus dikembangkan pemerintah. Berdasarkan data pengelola, kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur sepanjang 2024 mencapai jutaan orang, menjadikannya salah satu destinasi budaya paling ramai di Indonesia.
Pada momentum Waisak, dampak ekonomi tidak hanya dirasakan sektor perhotelan. Pelaku usaha kuliner, transportasi lokal, penyedia jasa wisata, hingga UMKM suvenir juga menikmati peningkatan transaksi akibat membludaknya jumlah pengunjung.
Baca Juga: 15 Poster Hari Raya Waisak 2026 Desain Elegan dan Kekinian
Berbeda dengan kunjungan wisata reguler, perayaan Waisak menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih panjang karena rangkaian acara berlangsung selama beberapa hari, mulai dari ritual di Candi Mendut, kirab menuju Borobudur, hingga pelepasan lampion yang menjadi daya tarik wisata dunia.
Kondisi tersebut membuat wisatawan dan peserta kegiatan cenderung menginap lebih lama dibanding kunjungan biasa. Dampaknya, perputaran uang tidak hanya terpusat di kawasan candi, tetapi menyebar ke berbagai titik ekonomi di Kabupaten Magelang dan wilayah penyangga seperti Yogyakarta, Solo, serta Semarang.
Irene menilai pola tersebut juga terlihat pada berbagai festival budaya dan kegiatan besar yang digelar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Beragam acara yang digelar tidak hanya meningkatkan tingkat hunian hotel, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," katanya.
Pemerintah berharap penyelenggaraan Waisak dan berbagai agenda budaya nasional ke depan dapat terus meningkatkan daya tarik kawasan Borobudur sebagai destinasi wisata kelas dunia. Dengan semakin banyaknya pilihan akomodasi dan keterlibatan pelaku UMKM lokal, manfaat ekonomi yang dihasilkan diharapkan semakin merata.
"Kita harus hidup damai, bergotong royong, dan bekerja sama untuk menuju ke arah yang lebih baik," kata Irene.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







