Kementan Tanam Padi di Lamongan Seluas 740 Hektare Jelang Puncak El Nino Godzilla

AKURAT.CO Pemerintah mempercepat upaya pengamanan pasokan beras nasional dengan mengakselerasi gerakan tanam padi seluas 750 hektare di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Langkah tersebut dilakukan menjelang periode puncak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang dan berpotensi menekan produksi pangan di sejumlah daerah sentra pertanian.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Tanam di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Lamongan.
Baca Juga: Stok Beras 5,3 Juta Ton Setara 11 Bulan, Kementan Siap Hadapi El Nino Godzilla
Dalam kunjungan tersebut, keduanya menyaksikan penanaman padi varietas Inpari 32 di lahan seluas 12 hektare yang menjadi bagian dari total gerakan tanam 750 hektare di wilayah tersebut.
Sudaryono mengatakan percepatan tanam menjadi strategi utama pemerintah untuk menjaga tren peningkatan produksi beras nasional sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan akibat fenomena iklim.
"Gerakan ini sebagai upaya memperkuat produksi beras nasional dan menjaga momentum peningkatan luas tanam di salah satu lumbung pangan utama Indonesia," kata Sudaryono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/6/2026).
Data Kementerian Pertanian menunjukkan Lamongan merupakan salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur sendiri menjadi produsen beras terbesar kedua nasional setelah Jawa Tengah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Karena itu, peningkatan luas tanam di Lamongan dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap pasokan beras nasional.
Menurut Sudaryono, peningkatan produksi pangan sangat bergantung pada perluasan areal tanam dan optimalisasi lahan yang tersedia. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan kebutuhan petani mulai dari ketersediaan air, benih, pupuk hingga alat dan mesin pertanian dapat terpenuhi.
"Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak. Karena itu pemerintah memastikan seluruh kebutuhan produksi dipenuhi agar petani bisa meningkatkan luas tanam dan produktivitasnya," ujarnya.
Selain fokus pada peningkatan produksi, pemerintah juga mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi El Nino. Berdasarkan berbagai proyeksi iklim yang digunakan pemerintah, dampak El Nino diperkirakan mulai terasa pada Juli hingga September dengan intensitas tertinggi terjadi pada Agustus.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena secara historis El Nino kerap menurunkan produktivitas pertanian akibat berkurangnya curah hujan dan meningkatnya risiko kekeringan di sejumlah daerah sentra pangan.
Pada periode El Nino kuat 2023, misalnya, sejumlah wilayah mengalami penurunan luas tanam akibat keterbatasan air irigasi. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Kementerian Pertanian memperkuat berbagai program pengamanan air.
Sejak 2024, pemerintah telah menyalurkan hampir 100 ribu unit pompa air ke berbagai wilayah Indonesia guna mendukung program pompanisasi dan menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian saat musim kering.
Selain itu, pemerintah juga melakukan revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan dan perbaikan sarana pengairan, pengeboran air tanah, hingga optimalisasi embung dan saluran distribusi air di berbagai sentra produksi pangan.
Sudaryono memastikan kondisi cadangan pangan nasional saat ini masih berada dalam posisi aman. Namun demikian, percepatan tanam tetap dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi di tengah tantangan perubahan iklim serta ketidakpastian global.
Dari sisi daerah, Pemerintah Kabupaten Lamongan menyatakan kesiapan mendukung program peningkatan produksi pangan nasional.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan sejumlah bantuan pemerintah mulai menunjukkan dampak positif terhadap produktivitas petani, terutama terkait kemudahan akses pupuk bersubsidi.
"Alhamdulillah pupuk di Kabupaten Lamongan saat ini aman, tersedia dengan mudah dan harga yang terjangkau. Ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian di Lamongan," kata Yuhronur.
Menurutnya, pemerintah daerah terus memperkuat infrastruktur pertanian melalui normalisasi saluran air, optimalisasi jaringan irigasi serta pemanfaatan bantuan pompa air yang telah disalurkan pemerintah pusat.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian saat musim kemarau berlangsung.
Tidak hanya itu, modernisasi sektor pertanian juga terus didorong melalui penggunaan alat dan mesin pertanian pada seluruh tahapan budidaya, mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga panen.
"Kami akan memaksimalkan saluran irigasi yang ada, memanfaatkan bantuan pompa melalui irigasi perpompaan maupun perpipaan, serta terus melakukan perbaikan dan normalisasi jaringan irigasi," ujarnya.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan produktivitas, pemerintah juga menyerahkan bantuan stimulan pertanian kepada petani Lamongan.
Bantuan tersebut meliputi benih padi, benih jagung, hand tractor, dan rotavator yang diharapkan dapat mempercepat proses budidaya serta meningkatkan hasil panen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










