BPDP Dorong Generasi Muda Masuk Industri Sawit, Beasiswa dan Peluang Bisnis Disiapkan

AKURAT.CO Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyatakan adanya potensi besar industri kelapa sawit sebagai sumber inovasi dan peluang usaha bagi generasi muda.
Guna menangkap potensi tersebut, BPDP bersama Majalah Sawit Indonesia menggelar Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit bertajuk “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” di Karawang, Jawa Barat.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan BPDP terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia di sektor sawit, salah satunya melalui program beasiswa pendidikan.
Baca Juga: BPDP Perkuat Peran Generasi Muda dalam Pengembangan UMKM Sawit
Menurut dia, BPDP saat ini tengah membuka kesempatan bagi sekitar 5.000 calon mahasiswa untuk mengikuti program beasiswa sawit yang mencakup biaya pendidikan dan bantuan biaya hidup.
"Program ini merupakan bagian dari upaya kami membangun SDM sawit yang unggul. Mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan biaya kuliah, tetapi juga uang saku selama masa pendidikan," kata Helmi dalam workshop tersebut, Kamis (4/6/2026).
Selain pendidikan, BPDP juga mendorong hilirisasi dan inovasi produk sawit. Berbagai hasil riset yang dikembangkan saat ini telah menghasilkan beragam produk bernilai tambah, mulai dari material industri hingga produk UMKM.
Helmi juga mencontohkan keberhasilan mahasiswa asal Sumatera Barat yang terinspirasi mengembangkan usaha berbasis lidi sawit hingga berhasil menjadi eksportir ke pasar Asia Selatan.
"Kami berharap peserta workshop ini dapat terinspirasi dan dalam beberapa tahun ke depan muncul wirausaha muda baru yang mampu mengembangkan produk sawit hingga menembus pasar ekspor," ucapnya.
Ketua Pelaksana Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit, Qayuum Amri mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai industri sawit kepada generasi muda.
"Selama ini generasi Z lebih banyak menerima informasi negatif tentang sawit melalui media sosial. Padahal sawit memiliki banyak manfaat dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh pelaku UMKM maupun wirausaha muda," ujar Qayuum.
Menurut Qayuum, Karawang dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena merupakan salah satu pusat manufaktur terbesar di Indonesia dengan lebih dari seribu perusahaan nasional dan internasional yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Karawang memang bukan sentra perkebunan sawit, tetapi memiliki ekosistem industri yang sangat kuat. Produk-produk turunan sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh pelaku UMKM di daerah ini," tambahnya.
Disambut Baik Pemkab Karawang
Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan dan UMKM.
Karawang saat ini memiliki lebih dari 311 ribu UMKM yang terdata dan tersebar di 30 kecamatan. Jumlah ini terus berkembang seiring semakin tingginya minat masyarakat untuk berwirausaha.
"Karena itu, kami terus memperkuat dukungan bagi UMKM, termasuk melalui peningkatan anggaran yang kini mencapai Rp13 miliar," tutur Dindin.
Menurut Dindin, Karawang memiliki modal ekonomi yang kuat dengan jumlah penduduk sekitar 2,4 juta jiwa, lebih dari 1.700 industri menengah dan besar, serta 14 kawasan industri yang terus berkembang.
Berbagai pembangunan infrastruktur, mulai dari akses jalan tol hingga kereta cepat, juga dinilai semakin memperkuat daya saing daerah.
Meski bukan daerah penghasil sawit, Karawang memiliki keterkaitan erat dengan industri sawit melalui sektor pengolahan dan UMKM.
Dia menyebut sekitar 70% pelaku usaha kuliner di Karawang menggunakan produk berbasis sawit dalam kegiatan usahanya.
Dindin melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan dari produk turunan sawit, termasuk juga sawit dapat dimanfaatkan untuk kriya dan fesyen.
"Karawang memiliki batik khas daerah, sehingga tidak menutup kemungkinan ke depan bahan turunan sawit seperti parafin dapat dimanfaatkan dalam proses produksinya," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









