Akurat Logo

Kemenperin Pastikan Pasokan Bahan Baku Tekstil Usai Insiden Pipa MCCI Pecah

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 6 Juni 2026, 10:48 WIB
Kemenperin Pastikan Pasokan Bahan Baku Tekstil Usai Insiden Pipa MCCI Pecah
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemeperin) memastikan insiden pecahnya pipa pada fasilitas produksi Purified Terephthalic Acid (PTA) milik PT Merak Chemical Indonesia (MCCI) di Cilegon, Banten tidak akan mengganggu pasokan PTA nasional untuk kebutuhan industri tekstil dalam negeri.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief mengatakan, pihaknya terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap penanganan insiden pecahnya pipa tersebut.

“Kementerian Perindustrian telah berkoordinasi secara intensif dengan manajemen perusahaan dan pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan cepat, tepat, dan sesuai prosedur keselamatan industri,” kata Febri dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Kemenperin Genjot Industri Tenun Nasional, Perluas Pasar Ekspor dan Dorong Diversifikasi Produk

Kementerian Perindustrian juga memastikan bahwa keberlangsungan pasokan bahan baku PTA untuk industri tekstil nasional tetap terjaga.

PT MCCI diketahui memiliki dua fasilitas produksi PTA dengan kapasitas masing-masing sebesar 350 ribu ton per tahun sehingga total kapasitas mencapai 700 ribu ton per tahun.

Pada saat insiden terjadi, hanya Pabrik 1 yang sedang beroperasi karena kondisi pasar PTA yang masih lesu.

“Perusahaan telah menyampaikan rencana pengoperasian Pabrik 2 untuk menjaga kontinuitas pasokan PTA nasional. Dengan langkah tersebut, kebutuhan bahan baku industri tekstil domestik diharapkan tetap dapat terpenuhi,” ujarnya.

Kemenperin, kata Febri telah menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak perusahaan serta instansi terkait, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.

Menurut laporan, insiden terjadi pada Senin sore (25/5) sekitar pukul 14.30 WIB di area Pabrik 1 PT MCCI, tepatnya pada pipa outlet reaktor PTA menuju fasilitas crystalizer.

Berdasarkan laporan awal perusahaan, kondisi temperatur dan tekanan pada saat kejadian tercatat dalam kondisi normal, yakni sekitar 290 derajat celcius dengan tekanan 85 bar.

Namun, pipa mengalami pecah secara tiba-tiba sehingga operator di ruang kontrol segera menghentikan operasi melalui sistem emergency shutdown dan tim tanggap darurat langsung diterjunkan ke lokasi.

Setelah itu, insiden tersebut menyebabkan uap air membumbung tinggi serta ceceran material PTA di sekitar lokasi kejadian. Tim tanggap darurat perusahaan telah melakukan penanganan dan pembersihan area secara cepat.

Dua pekerja yang sedang melakukan patroli di area pabrik mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit dengan kondisi stabil. 

Berdasarkan hasil pemantauan awal perusahaan menggunakan alat pengukur kualitas udara, tidak terdeteksi adanya kandungan gas berbahaya di udara sekitar lokasi kejadian.

Kadar oksigen juga terpantau normal pada level 21%. Saat ini perusahaan bersama pihak terkait masih melakukan penelusuran terhadap sumber bau yang sempat dilaporkan masyarakat.

Saat ini, area insiden masih dalam proses investigasi dan telah dipasangi garis pengamanan oleh aparat kepolisian. Perusahaan menginformasikan bahwa fasilitas yang terdampak akan ditutup sementara selama proses investigasi dan evaluasi teknis berlangsung.

PT MCCI juga terus membuka posko kesehatan bagi masyarakat sekitar dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian, dinas lingkungan hidup, serta instansi terkait lainnya untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan dan kesehatan warga.

“Kami berharap proses investigasi dapat berjalan objektif dan menyeluruh sehingga akar penyebab kejadian dapat segera diketahui,” tutur Febri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.