Pertamax Naik, Pakar: Langkah Realistis untuk Jaga APBN di Tengah Lonjakan Harga Minyak

AKURAT.CO Sejumlah akademisi menilai keputusan pemerintah menaikkan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 merupakan langkah yang realistis untuk menjaga kesehatan fiskal negara di tengah lonjakan harga minyak dunia dan ketidakpastian ekonomi global.
Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan, Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang harga jualnya memang mengikuti mekanisme pasar dan harga keekonomian.
“RON 92 atau Pertamax pada dasarnya adalah BBM nonsubsidi. Harganya ditetapkan berdasarkan mekanisme pasar sesuai harga keekonomian,” kata Fahmy, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah menahan kenaikan harga Pertamax sejak Maret 2026 guna meredam dampak ekonomi terhadap masyarakat.
Namun, meningkatnya beban kompensasi yang harus ditanggung negara membuat ruang fiskal semakin terbatas sehingga penyesuaian harga sulit dihindari.
“Tidak bisa terus ditahan karena beban fiskalnya semakin berat,” ujarnya.
Fahmy menilai kebijakan tersebut dapat membantu mengurangi tekanan terhadap APBN.
Namun, ia mengingatkan pemerintah perlu mengantisipasi potensi perpindahan pengguna Pertamax ke Pertalite yang masih dijual Rp10.000 per liter.
Menurut dia, selisih harga yang semakin lebar berisiko meningkatkan konsumsi BBM bersubsidi apabila pengawasan tidak diperketat.
“Pemerintah harus memastikan subsidi tetap tepat sasaran agar tujuan penghematan fiskal bisa tercapai,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Ekonom Universitas Negeri Manado (UNIMA), Robert Winerungan.
Ia menilai kenaikan harga Pertamax merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas anggaran negara di tengah tekanan global.
“Pemerintah berupaya mengurangi beban APBN karena Pertamax seharusnya tidak mendapatkan intervensi harga. Yang mendapat dukungan pemerintah adalah Pertalite,” ujar Robert.
Selain faktor fiskal, ia menilai penyesuaian harga juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan harga BBM domestik dengan negara-negara tetangga.
Perbedaan harga yang terlalu jauh dinilai berpotensi memicu penyalahgunaan hingga perdagangan ilegal bahan bakar.
Meski demikian, Robert memperkirakan dampak sosial ekonomi dari kenaikan Pertamax relatif terbatas karena mayoritas pengguna BBM tersebut berasal dari kelompok menengah dan pemilik kendaraan keluaran baru.
“Saya kira dampaknya tidak terlalu besar karena sebagian besar masyarakat menengah ke bawah sudah menggunakan Pertalite. Pengguna Pertamax umumnya kendaraan yang lebih baru,” ujarnya.
Harga BBM Indonesia Masih Relatif Kompetitif
Indonesia tercatat menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang paling lama menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi di tengah gejolak harga minyak dunia.
Berdasarkan data Trading Economics periode Maret–April 2026, harga BBM rata-rata di sejumlah negara ASEAN masih berada di atas Indonesia.
Daftar harga BBM rata-rata di ASEAN (konversi rupiah):
Singapura: Rp43.100 per liter
Filipina: Rp27.500 per liter
Kamboja: Rp22.600 per liter
Thailand: Rp22.600 per liter
Vietnam: Rp13.400 per liter
Indonesia: Rp10.700 per liter
Malaysia: Rp9.100 per liter
Dengan harga baru Pertamax sebesar Rp16.250 per liter, Indonesia masih berada di bawah harga bensin di Singapura, Filipina, Kamboja, dan Thailand.
Para ekonom menilai penyesuaian harga tersebut menjadi langkah yang sulit dihindari untuk menjaga keseimbangan fiskal negara sekaligus memastikan kebijakan subsidi energi tetap tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










