Tsingshan Dorong Ekonomi Rendah Karbon Melalui Pengembangan Rantai Pasok Nikel Hijau

AKURAT.CO Tsingshan Group mendorong pengembangan industri dan rantai pasok nikel yang hijau dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Vice President Tsingshan Holding Group, Scott Ye mengatakan bahwa pengembangan rantai pasok mineral yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi industri global menuju ekonomi rendah karbon.
Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Republik Indonesia, UNIDO, pelaku industri, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Tsingshan berkomitmen mendukung transformasi Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menuju sistem industri yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Hilirisasi Nikel Bawa Maluku Utara ke Rantai Pasok Global EV
“Sekaligus mendorong kolaborasi di seluruh rantai pasok mineral agar manfaat ekonomi, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan secara seimbang,” kata Scott dalam Indonesia Critical Minerals Conference and Expo (ICM) 2026 dikutip, Rabu (10/6/2026).
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda menyampaikan bahwa keberhasilan hilirisasi industri tidak hanya tercermin dari pertumbuhan investasi dan peningkatan produksi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta kualitas lingkungan yang tetap terjaga.
“Sebagai salah satu pusat pengembangan industri di Maluku Utara, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) telah berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung perbaikan kondisi lingkungan dan sosial secara berkelanjutan,” ujar Sherly.
Adapun, dalam forum tersebut juga berlangsung Nota Kesepahaman (MoU) antara Tsingshan Holding Group dan UNIDO, untuk mendukung pelaksanaan program Industrial Park Pilots for Sustainable Development of Mineral-Based Industries in Indonesia (IP4SD).
Kerja sama ini mendukung penerapan prinsip Eco-Industrial Park (EIP) di kawasan industri berbasis mineral melalui peningkatan efisiensi sumber daya dan kinerja lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Melalui program tersebut, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ditetapkan sebagai proyek percontohan Eco-Industrial Park. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung transformasi kawasan industri mineral menuju kawasan industri yang hijau.
Program IP4SD juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia dalam pengembangan kawasan industri berwawasan lingkungan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perwilayahan Industri, yang mendorong penerapan prinsip efisiensi energi, ekonomi sirkular, dan produksi bersih.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah, pelaku Industri, dan organisasi internasional, inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri mineral yang kompetitif sekaligus berkelanjutan di tingkat global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







