Bioetanol Lampung Dikebut, Pabrik Berkapasitas 60.000 KL Ditargetkan Beroperasi 2028

AKURAT.CO Pemerintah terus mempercepat pengembangan industri bioetanol nasional, salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah penjajakan pengembangan bioetanol terintegrasi di Provinsi Lampung.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu, melakukan kunjungan ke wilayah Pengembangan Bioetanol Terintegrasi di Provinsi Lampung.
Dalam kunjungan tersebut juga dilakukan penandatanganan Joint Declaration bertajuk Collaboration in Establishing Bioethanol Ecosystem Development in Lampung Provinceoleh Pemerintah Provinsi Lampung, PNRE, TMMIN, dan PT Toyota Tsusho Indonesia (TTI).
Penjajakan pengembangan bioetanol ini merupakan tindak lanjut pertemuan Wakil Menteri Todotua dengan Toyota Motor Corporation serta kunjungan ke fasilitas riset di Fukushima milik Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (raBit), Jepang.
Todotua mengatakan, Lampung dipilih sebagai lokasi awal pengembangan karena memiliki keunggulan dari sisi bahan baku maupun dukungan infrastruktur.
Lampung memiliki feedstock paling mumpuni untuk pengembangan bioetanol nasional. Selain itu, posisinya sangat strategis karena dapat memasok kebutuhan Sumatera dan sebagian Jawa yang merupakan pusat konsumsi energi terbesar di Indonesia.
"Karena itu, kami menetapkan Lampung sebagai lokasi awal pengembangan ekosistem bioetanol nasional," kata Todotua, Rabu (10/6/2026).
Dalam kunjungan lapangan ke Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran dan Desa Rejosari, Kabupaten Lampung Selatan, rombongan meninjau kesiapan lokasi yang diproyeksikan menjadi kawasan pengembangan bioetanol terintegrasi.
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa Lampung memiliki potensi bahan baku yang kuat, baik berupa molases tebu, sorgum, maupun limbah biomassa yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bioetanol generasi pertama dan generasi kedua (second generation bioethanol).
Selain didukung posisi geografis yang strategis dan infrastruktur logistik yang memadai, proyek ini juga membuka peluang kemitraan antara industri dan petani lokal melalui pengembangan budidaya sorgum sebagai sumber bahan baku tambahan.
Pemerintah Provinsi Lampung pun menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan proyek ini guna mempercepat realisasi investasi.
Proyek bioetanol yang direncanakan di Provinsi Lampung akan menggunakan konsep multi-feedstock dengan memanfaatkan berbagai bahan baku seperti molases, sorgum, dan limbah biomassa.
Pada tahap awal, proyek percontohan direncanakan mencakup penanaman sorgum varietas Enryu seluas 10 hektare dan pembangunan fasilitas bioetanol berkapasitas 60 kiloliter per tahun.
Tahap komersial meliputi penanaman sorgum varietas Enryu seluas 6.000 hektare di Lampung serta pembangunan pabrik bioetanol berkapasitas 60.000 KL/tahun yang ditargetkan dimulai pada Q3 2027 dan mulai beroperasi pada Q4 2028.
Sebagai tindak lanjut dari deklarasi bersama dan kunjungan lapangan tersebut, para pihak akan mempercepat pelaksanaan studi kelayakan (joint feasibility study) dan penyusunan perencanaan proyek.
Kemudian pengembangan budidaya sorgum percontohan, serta finalisasi skema pembiayaan dan kemitraan strategis guna memastikan kesiapan implementasi proyek secara menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








