Akurat Logo

Jastip Jadi Mesin Baru Logistik, Sekali Kirim Tembus 1.000 Paket

Esha Tri Wahyuni | 10 Juni 2026, 23:49 WIB
Jastip Jadi Mesin Baru Logistik, Sekali Kirim Tembus 1.000 Paket
Mitra Agen Lion Parcel, Anita Chandra

AKURAT.CO Di balik pesatnya pertumbuhan industri logistik nasional, muncul motor penggerak baru yang belum banyak mendapat perhatian, yakni bisnis jasa titip atau jastip.

Mitra Agen Lion Parcel, Anita Chandra, mengungkapkan segmen jastip kini menjadi salah satu kontributor terbesar volume pengiriman di agennya.

Bahkan dalam beberapa kesempatan, satu pelanggan jastip dapat mengirim hingga 500 sampai 1.000 paket dalam satu periode distribusi.

Baca Juga: Dari 1 Karyawan ke 7 Karyawan, Kisah Agen Lion Parcel Tumbuh Saat BIsnis UMKM Lesu

"Kalau jastip sekarang banyak. Ada yang sekali pulang minimal 500 paket. Bahkan ada yang sampai 1.000 paket," ujar Anita dalam kunjungan eksklusif ke salah satu agen Lion Parcel, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, sebagian besar barang berasal dari produk fesyen, kosmetik, sepatu, hingga barang bermerek yang dibeli dari luar negeri maupun pusat perbelanjaan premium di Jabodetabek.

Fenomena ini menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat Indonesia.

Jika sebelumnya konsumen lebih banyak berbelanja melalui marketplace, kini sebagian mulai beralih ke layanan jastip untuk mendapatkan produk yang tidak tersedia di daerah mereka.

Pelanggan jastip tidak hanya berasal dari kota-kota besar, tetapi juga dari berbagai wilayah luar Pulau Jawa.

"Banyak yang kirim ke luar kota dan luar pulau. Justru lebih banyak daripada Jabodetabek," kata Anita.

Tren tersebut semakin diperkuat oleh hadirnya layanan MiniPack yang menyasar pengiriman barang berukuran kecil.

Menurut Anita, produk kosmetik seperti lipstik menjadi salah satu barang yang paling sering menggunakan layanan tersebut.

"Kalau MiniPack banyak dipakai untuk kosmetik dan dokumen karena ongkirnya lebih murah," ujarnya.

Kemudahan pengiriman barang berukuran kecil dinilai mampu memperluas pasar pelaku usaha mikro yang menjual produk bernilai rendah namun memiliki frekuensi transaksi tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.