Akurat Logo

Swasembada Bawang Putih Dikejar 4 Tahun, Wamentan: Benih Kunci Utamanya

Esha Tri Wahyuni | 18 Juni 2026, 09:50 WIB
Swasembada Bawang Putih Dikejar 4 Tahun, Wamentan: Benih Kunci Utamanya
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono (AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni)

AKURAT.CO Pemerintah mulai mengubah strategi menuju swasembada bawang putih dengan memprioritaskan pembangunan sistem pembibitan nasional.

Langkah ini dinilai menjadi fondasi utama untuk mengurangi ketergantungan impor yang hingga kini masih memenuhi lebih dari 90 persen kebutuhan dalam negeri.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengatakan, target swasembada bawang putih baru dapat dicapai dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Menurutnya, tantangan terbesar bukan terletak pada minat petani untuk menanam, melainkan pada ketersediaan bibit dan lahan yang sesuai.

Baca Juga: Kementan Siapkan Rp5 Triliun Untuk Papua, Ingin Setarakan Harga Pangan dengan Jawa

"Kita butuh at least tiga-empat tahun untuk bisa mencapai swasembada bawang putih ini," kata Sudaryono di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Saat ini Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan bawang putih nasional. Berbagai data menunjukkan lebih dari 90% konsumsi domestik masih dipenuhi dari luar negeri, sementara produksi lokal hanya mampu memenuhi sebagian kecil kebutuhan pasar nasional.

Untuk mengejar target tersebut, Kementerian Pertanian menyiapkan program pembibitan bawang putih seluas 5.000 hektare pada 2026 menggunakan APBN.

Selain itu, pemerintah mendorong keterlibatan BUMN dan sektor swasta untuk mengembangkan sekitar 20 ribu hektare lahan sebagai bagian dari target jangka panjang mencapai 100 ribu hektare areal tanam bawang putih nasional.

Sudaryono menjelaskan biaya pengembangan bawang putih mencapai sekitar Rp120 juta per hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp75 juta digunakan untuk kebutuhan bibit.

"Rp75 juta dari Rp120 juta per hektare total tadi itu kemudian dalam bentuk dikasih pinjaman bibit dari Kementerian Pertanian," ujarnya.

Melalui skema tersebut, petani penangkar menerima bantuan bibit dari pemerintah untuk kemudian dikembangkan. Setelah panen, petani diwajibkan mengembalikan bibit sebesar satu setengah kali dari jumlah awal yang diterima.

Baca Juga: Kemahalan Salah, Kemurahan Salah, Kementan Cari Titik Tengah Harga Cabai

Bibit yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kembali kepada petani lain sehingga kapasitas produksi benih nasional terus bertambah.

"Setelah panen itu jadi bibit yang lain, dikembalikan satu setengah kali, sisanya boleh dijual bebas. Satu setengah kalinya kita putarkan lagi ke petani, begitu terus seterusnya," kata Sudaryono.

Program swasembada bawang putih bukan agenda baru. Namun selama bertahun-tahun, produksi dalam negeri masih tertinggal jauh dibanding kebutuhan nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian menunjukkan kebutuhan bawang putih nasional berada di kisaran 650 ribu hingga 750 ribu ton per tahun. Sementara produksi domestik masih berada di bawah 40 ribu ton sehingga lebih dari 90 persen kebutuhan harus ditutup melalui impor, terutama dari China.

Karena itu, pemerintah kini memilih fokus pada pembentukan rantai pasok benih yang berkelanjutan sebelum melakukan ekspansi besar-besaran lahan tanam.

Selain sentra produksi yang sudah ada seperti Sembalun di Nusa Tenggara Barat, Temanggung di Jawa Tengah, dan Humbang Hasundutan di Sumatera Utara, pemerintah juga menjajaki pemanfaatan lahan dataran tinggi yang tidak lagi produktif, termasuk sebagian kawasan perkebunan teh.

Kementan memperkirakan dampak awal program pembibitan akan mulai terlihat pada pertengahan tahun depan. Seiring meningkatnya ketersediaan bibit dan produksi lokal, pemerintah berharap kuota impor bawang putih dapat mulai dikurangi secara bertahap.

"Paling tidak mulai tengah tahun depan itu sudah ada pengurangan dari kuota impor yang ada," kata Sudaryono.

Dalam program tersebut, Perum Bulog dan ID Food akan bertindak sebagai offtaker hasil pembibitan, sementara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dilibatkan dalam penyediaan lahan dan pengembangan budidaya.

Pemerintah menargetkan model penggandaan benih ini menjadi fondasi utama menuju swasembada bawang putih dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.