Akurat Logo

Kementerian ESDM Cari Solusi Kekurangan Batu Bara Kalori Menengah untuk PLN

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 18 Juni 2026, 18:43 WIB
Kementerian ESDM Cari Solusi Kekurangan Batu Bara Kalori Menengah untuk PLN
Ilustrasi batu bara kalori medium

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui pasokan batu bara kalori menengah masih menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pembangkit listrik PT PLN (Persero).

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjelaskan, persoalan yang dihadapi saat ini terutama terkait ketersediaan batu bara dengan nilai kalori sekitar 5.200 kcal/kg yang menjadi salah satu kebutuhan utama pembangkit listrik PLN.

Yang jelas, berdasarkan hasil rapat, hingga Juni masih ada kendala berupa sedikitnya suplai batu bara kalori medium 5.200 kcal/kg GAR.

Baca Juga: Pemadaman Listrik Jadi Alarm: IESR Sesalkan Tak Ada Satupun Anggota Komisi XII DPR RI yang Kritis

"Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori batu bara kita ini kan semakin hari kan semakin rendah. Nah ini yang kita lagi cari solusinya,” kata Bahlil saat ditemuin di Kemenko Perekonomian, Kamis (18/6/2026).

Bahlil menambahkan, pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus mencari solusi untuk memastikan kebutuhan batu bara kalori menengah dapat terpenuhi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa secara keseluruhan kondisi pasokan energi primer untuk pembangkit masih terkendali. “Tapi secara yang lainnya enggak ada masalah overall,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan terjadinya pemadaman listrik akibat persoalan pasokan batu bara, Bahlil memastikan masyarakat tidak perlu khawatir. “Insyaallah enggak ya,” tegas Bahlil.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menyatakan, pihak terus berupaya memastikan pasokan batu bara bagi PT PLN (Persero) tetap aman guna menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Yuliot mengatakan, kebutuhan batu bara PLN saat ini mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sebagian besar kebutuhan telah diamankan melalui kontrak pasokan yang telah ditandatangani.

“Tadi Pak Menteri kan sudah sampaikan, sudah dilakukan evaluasi untuk seluruh kebutuhan PLN dan itu dipenuhi,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Rabu (17/6/2026).

Yuliot menjelaskan, hingga saat ini kontrak pasokan batu bara yang telah disepakati mencapai sekitar 132 juta ton.

Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta ton yang tengah diupayakan pemenuhannya oleh pemerintah bersama para pelaku usaha pertambangan.

“Jadi kemarin kan disampaikan kebutuhan PLN itu adalah 154 juta ton yang sudah dipenuhi berdasarkan kontrak 132 juta ton. Dan itu kekurangan 20 juta ton lagi diusahakan,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.