Gobel Pamerkan Model Hilirisasi Pangan RI di PENAS 2026

AKURAT.CO Di tengah fokus pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan hilirisasi industri nasional, Gobel Group berpartisipasi di ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026.
Kehadiran Gobel Group untuk menunjukkan model pembangunan pangan terintegrasi yang menghubungkan petani dan nelayan dengan industri pengolahan, logistik internasional, hingga pasar ekspor.
Model tersebut menjadi sorotan karena tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga mendorong penciptaan nilai tambah di dalam negeri melalui hilirisasi komoditas dan penguatan rantai pasok.
Baca Juga: Rachmat Gobel Ajak Pemerintah Lindungi Indonesia dari Dampak Tarif Impor AS
Berbagai inisiatif tersebut dipamerkan dalam PENAS XVII 2026 yang berlangsung di Gorontalo pada 20-25 Juni 2026 dengan tema "Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional".
Chairman Gobel Group, Rachmat Gobel mengatakan, ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan hasil produksi pertanian dan perikanan.
Ketahanan pangan memerlukan ekosistem yang mampu menghubungkan petani dan nelayan dengan teknologi, infrastruktur, industri hilir, sistem logistik yang efisien, serta akses pasar yang berkelanjutan.
"Pendekatan inilah yang selama beberapa dekade terus dikembangkan Gobel Group melalui berbagai inisiatif bisnis dan pembangunan daerah," kata Rachmat Gobel dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Dalam pameran tersebut, Gobel Group menampilkan sejumlah proyek strategis yang telah dikembangkan di Gorontalo, mulai dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gorontalo, Pelabuhan Internasional PT Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT), hingga kemitraan ekspor komoditas pertanian bersama perusahaan Jepang Châteraisé.
Data kajian pengembangan KEK Gorontalo yang disusun bersama tim ahli Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan kawasan tersebut berpotensi menciptakan tambahan 17.220 lapangan kerja dibandingkan skenario tanpa KEK.
Pada 2051, sektor industri di kawasan itu diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 129 ribu tenaga kerja dan menurunkan tingkat pengangguran hingga 1,12%.
KEK Gorontalo sendiri dikembangkan dengan konsep Agrominapolitan Hijau dan Halal yang mengedepankan hilirisasi komoditas lokal seperti jagung, kelapa, kakao, sapi, dan hasil perikanan.
Melalui pengolahan industri, komoditas yang sebelumnya dijual dalam bentuk bahan mentah dapat diubah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi.
Sebagai contoh, kelapa dapat diolah menjadi santan beku, minyak kelapa, margarin, cocofiber hingga briket karbon aktif. Sementara jagung dapat dikembangkan menjadi pakan ternak, tepung jagung, sirup glukosa hingga bioetanol.
Penguatan hilirisasi tersebut didukung oleh keberadaan AGIT yang berfungsi sebagai gerbang logistik internasional dari Indonesia Timur. Pelabuhan hasil proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) itu dirancang untuk memperluas akses pasar ekspor bagi komoditas daerah.
Sepanjang 2025, AGIT mencatat ekspor sebanyak 36 ribu ton molasses atau tetes tebu ke Korea Selatan setelah sebelumnya menjangkau Filipina, Australia, Somalia dan Malaysia.
Selain itu, sebanyak 64 ribu ton wood pellet juga diekspor ke Jepang dan Korea Selatan melalui fasilitas pelabuhan tersebut.
Peningkatan aktivitas ekspor itu memperlihatkan peran AGIT dalam memperkuat konektivitas logistik sekaligus membuka akses pasar internasional bagi komoditas dari Gorontalo dan kawasan Indonesia Timur.
Di sisi hilir, Gobel Group juga mengembangkan kemitraan dengan perusahaan Jepang Châteraisé melalui konsep farm-to-factory. Melalui skema tersebut, kakao hasil petani binaan Gobel Group berhasil diekspor ke Jepang untuk diolah menjadi produk cokelat yang dipasarkan di negara tersebut.
Model ini dinilai berbeda dari pola perdagangan komoditas konvensional karena hasil pertanian tidak berhenti sebagai bahan baku, melainkan masuk ke rantai industri yang menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi.
Sebagai informasi, keterlibatan Gobel Group di sektor pertanian telah berlangsung sejak 1963 melalui pendirian PT Pabrik Diesel dan Traktor (Paditraktor) oleh pendiri perusahaan almarhum Thayeb Mohammad Gobel.
Perusahaan tersebut menghadirkan berbagai alat mekanisasi pertanian seperti traktor, pengering gabah, penyemprot hama hingga mesin pengolah beras untuk meningkatkan produktivitas petani.
Rachmat Gobel menegaskan pengembangan ekosistem pangan di Gorontalo merupakan bagian dari visi jangka panjang Gorontalo 2051 yang diarahkan untuk menjadikan daerah tersebut sebagai pusat agrominapolitan Indonesia Timur.
Melalui PENAS XVII 2026,kolaborasi antara petani, nelayan, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Bagi Gobel Group, upaya ini bukan hanya tentang meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani dan nelayan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Rachmat Gobel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Nati Diunggulkan, Tapi Jangan Remehkan Ancaman Tim Balkan
- 5Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 6Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 7Prediksi Skor Turki vs Paraguay: Saatnya Crescent-Stars Bangkit atau La Albirroja Ciptakan Kejutan?
- 8Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 9Pramono Anung Resmikan Koridor Rasuna Said, 109 Tiang Monorel Mangkrak Resmi Disingkirkan
- 10Halte Setiabudi Integritas Jadi Media Perkenalan Nilai-nilai Positif kepada Masyarakat










