Gelontorkan Anggaran Rp14 Triliun di 2026, Pemerintah Kejar Panen 3 Kali Setahun

AKURAT.CO Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun pada 2026 untuk mempercepat revitalisasi jaringan irigasi nasional.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan frekuensi tanam petani, mendongkrak produksi pangan, serta memperkuat target swasembada pangan yang dicanangkan hingga 2029.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengatakan, anggaran tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang mencapai sekitar Rp12 triliun.
Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki jaringan irigasi yang selama ini menjadi salah satu kendala utama peningkatan produktivitas pertanian di berbagai daerah.
"(Tahun) 2026 ini anggaran yang dialokasikan Rp14 triliun dan akan diteruskan sampai dengan 2029. Diharapkan di ujung tahun sampai dengan 2029 itu, semua irigasi yang memang diperlukan untuk diperbaiki, itu kita perbaiki semua," kata Sudaryono dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: OECD Jadi Tameng RI Jaga Arus Investasi di Tengah Gejolak Global
Menurut Sudaryono, percepatan revitalisasi dilakukan setelah pemerintah menerima banyak aspirasi dari petani yang masih menghadapi keterbatasan pasokan air akibat kondisi jaringan irigasi yang belum optimal.
Persoalan tersebut berdampak langsung pada rendahnya indeks pertanaman di sejumlah wilayah.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu kunci dalam mendorong produksi pangan nasional.
Dengan dukungan irigasi yang memadai, lahan pertanian yang sebelumnya hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun berpotensi ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali masa tanam.
"Kita harapkan dengan adanya irigasi orang bisa nanam. Di musim kemarau bisa nanam. Yang tadinya nanam sekali bisa dua kali, yang dua kali jadi tiga kali," ujar Sudaryono.
Dirinya menegaskan peningkatan frekuensi panen tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan nasional, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani. Semakin sering petani menanam dan memanen, semakin besar pula peluang peningkatan kesejahteraan mereka.
"Selain negara kita dapat produktivitas pertanian, petaninya juga tambah sejahtera, karena yang tadinya panen sekali bisa panen lebih dari sekali," katanya.
Program revitalisasi irigasi menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat fondasi swasembada pangan.
Selain perbaikan infrastruktur air, pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa penyediaan benih unggul, penguatan sarana produksi, serta modernisasi alat dan mesin pertanian.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Sudaryono saat berdialog dengan petani dan nelayan dalam kegiatan Kopdar Tani dan Nelayan yang digelar di sela Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Selasa (23/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Sudaryono menyampaikan pemerintah saat ini tengah menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional.
Ia menyebut Indonesia telah menghentikan impor sejumlah komoditas strategis seperti beras, jagung, dan gula, sehingga perbaikan sektor hulu pertanian menjadi fokus berikutnya.
"Nggak impor pangan lagi, nggak impor beras lagi, nggak impor jagung lagi, nggak impor gula lagi. Itu kita syukuri, sembari kita juga secara perlahan kita perbaiki apa yang memang harus kita perbaiki," ujar Sudaryono.
Pemerintah menargetkan revitalisasi irigasi yang berlangsung hingga 2029 dapat menjadi fondasi bagi peningkatan produksi pangan nasional secara berkelanjutan.
Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga diharapkan memperkuat kedaulatan pangan Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasokan pangan global akibat perubahan iklim dan dinamika geopolitik.
Sudaryono menegaskan Presiden Prabowo Subianto menempatkan swasembada pangan sebagai agenda strategis nasional yang tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga ketahanan negara.
"Presiden Prabowo telah komit untuk membangun swasembada ini bukan hanya bagian dari ekonomi, tapi menjadi bagian dari ketahanan dan kedaulatan bangsa kita," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










