Akurat Logo

Bappenas: RI Capai 62,7 Persen Target SDGs

Esha Tri Wahyuni | 25 Juni 2026, 20:12 WIB
Bappenas: RI Capai 62,7 Persen Target SDGs
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy

AKURAT.CO Indonesia dinilai telah melampaui rata-rata capaian global Sustainable Development Goals (SDGs), namun masih menghadapi tantangan besar dalam menuntaskan puluhan indikator pembangunan yang menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy mengatakan Indonesia telah mencapai 62,7% target SDGs atau setara 153 dari total 244 indikator. Angka tersebut jauh di atas capaian rata-rata dunia yang saat ini berada di kisaran 18 hingga 20%.

"Kalau rata-rata dunia itu capaiannya 20 persen atau kurang dari 20 persen, Indonesia di atas 60 persen. Karena itu, peran SDGs Center di universitas sangat perlu kita tingkatkan supaya peran kita tidak berhenti di atas 60 persen," kata Rachmat dalam SDGs Center Conference 2026 di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Bappenas: SDGs Jadi Tolak Ukur Baru Daya Saing Kampus RI

Meski demikian, capaian tersebut menyisakan pekerjaan rumah yang tidak sedikit. Berdasarkan data Bappenas, masih terdapat 59 indikator atau 24,2% yang memerlukan perhatian khusus dan percepatan agar kembali berada di jalur pencapaian target 2030. Selain itu, sebanyak 40 indikator lainnya belum memiliki data yang memadai pada 2024.

Dengan kata lain, terdapat 99 indikator atau lebih dari 40 persen target SDGs yang masih membutuhkan intervensi kebijakan maupun penguatan sistem data nasional.

Rachmat menegaskan ketersediaan data menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, tanpa data yang kuat, pemerintah akan kesulitan mengukur efektivitas program maupun kemajuan pencapaian target.

"Dalam kaitan ini, pertemuan hari ini SDGs Center di lingkungan universitas mudah-mudahan bisa menekankan perlunya pencapaian dan mempercepat pencapaian SDGs pada tahun 2030," ujarnya.

SDGs menjadi salah satu pilar utama dalam peta jalan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Pemerintah menempatkan agenda pembangunan berkelanjutan sebagai fondasi transformasi ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan daya saing nasional sejak Indonesia masuk kategori negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income country).

Setelah target SDGs 2030 tercapai, pemerintah menargetkan Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) pada 2041 melalui transformasi ekonomi berbasis inovasi, produktivitas, dan nilai tambah.

Tahapan tersebut kemudian menjadi landasan menuju visi Indonesia sebagai negara maju pada 2045.

Di tingkat global, tantangan pencapaian SDGs juga masih besar. Berdasarkan agregat internasional yang disampaikan Bappenas, hanya sekitar 18% target SDGs dunia yang saat ini berada di jalur yang benar (on track).

Bahkan, tanpa langkah transformatif, pencapaian target global diperkirakan dapat tertunda hingga 32 tahun dari tenggat yang telah ditetapkan.

Rachmat mengingatkan bahwa waktu menuju 2045 semakin sempit. Menurutnya, penyelesaian persoalan mendasar seperti kemiskinan, ketimpangan, kelaparan, akses air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya menjadi syarat utama agar target pembangunan jangka panjang dapat tercapai.

"2045 tinggal 19 tahun lagi. Kalau kita tidak selesaikan persoalan hari ini, persoalan ketimpangan, kemiskinan, kelaparan, masalah air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya, maka pencapaian target SDGs ke depan harus menjadi tonggak penting dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," kata Rachmat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.