L'Oréal Gandeng Shopee Jadikan RI Negara Pertama dengan konsep Hyper Brand Day "House of Beauty"

AKURAT.CO Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang dipilih L'Oréal Groupe untuk menjalankan konsep Hyper Brand Day "House of Beauty" bersama Shopee.
Kolaborasi yang berlangsung pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026 itu bukan sekadar festival belanja daring, tetapi menjadi penanda semakin strategisnya posisi Indonesia dalam peta industri kecantikan digital global.
Melalui program tersebut, seluruh portofolio kecantikan L'Oréal untuk pertama kalinya dikonsolidasikan dalam satu kampanye terpadu di platform e-commerce.
Baca Juga: MAJI Fashion dari Loreal Hadirkan Pilihan Warna Rambut untuk Tampilan Berkarakter
Sebanyak 13 merek mulai dari L'Oréal Paris, Maybelline New York, Garnier, Lancôme, Kiehl's, La Roche-Posay, CeraVe, Shu Uemura, Kérastase, Matrix, Biolage, L'Oréal Professionnel hingga 3CE hadir bersamaan melalui Shopee Mall dengan jaminan produk 100 persen orisinal.
President Director L'Oréal Indonesia, Benjamin Rachow mengatakan, Indonesia dipilih sebagai pasar pertama karena memiliki ekosistem digital yang matang sekaligus kemitraan jangka panjang dengan Shopee.
"Kami sangat bangga Indonesia terpilih menjadi pasar pertama di dunia yang mengeksekusi Hyper Brand Day ini. Untuk pertama kalinya L'Oréal Groupe menghadirkan lebih dari 13 merek ikonik di bawah satu atap melalui House of Beauty," kata Benjamin dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).
Selama lima hari penyelenggaraan, konsumen mendapatkan promosi hingga 70%, teknologi Virtual Try-On (VTO), peluncuran lima produk eksklusif, serta rangkaian aktivitas belanja interaktif yang diklaim menjadi standar baru pengalaman belanja kecantikan digital.
Director of Business Partnership Shopee Indonesia, Daniel Minardi mengatakan, kategori kecantikan masih menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di platform e-commerce.
"Pasar kategori kecantikan di e-commerce terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat masif dan dinamis. Melalui House of Beauty kami menghadirkan standar baru inovasi kecantikan digital bagi pengguna Shopee," ujarnya.
Penunjukan Indonesia sebagai pasar perdana memiliki arti strategis karena menunjukkan besarnya potensi ekonomi digital nasional, khususnya pada kategori kecantikan.
L'Oréal sendiri merupakan perusahaan kecantikan terbesar di dunia yang saat ini membawahi sekitar 40 merek global pada empat kategori utama, yakni skincare, makeup, haircare dan fragrance.
Keputusan menjadikan Indonesia sebagai lokasi peluncuran global juga memperlihatkan tingginya adopsi belanja digital masyarakat Indonesia, terutama untuk produk kecantikan, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kategori dengan transaksi terbesar di e-commerce.
Di balik ekspansi digital tersebut, L'Oréal menegaskan bahwa inovasi produk tetap bertumpu pada riset ilmiah.
Head of Research & Innovation L'Oréal Indonesia, Akash Tiwari mengatakan, perusahaan telah melakukan penelitian selama 117 tahun dan kini didukung lebih dari 4.000 peneliti di berbagai pusat riset dunia.
"Sains adalah fondasi yang memungkinkan kami menghadirkan solusi kecantikan yang efektif, aman, dan relevan bagi konsumen lintas generasi," ujar Akash.
Menurut perusahaan, setiap tahun L'Oréal melakukan lebih dari 44.000 human safety evaluation dan sekitar 40.000 stability test untuk memastikan keamanan formulasi sebelum produk dipasarkan.
Di Indonesia, perusahaan juga mengoperasikan Evaluation Intelligence (EI) Center sejak 2012 yang menjadi bagian dari jaringan Research & Innovation global. Pusat evaluasi tersebut melibatkan puluhan ribu konsumen Indonesia setiap tahun guna mempelajari karakteristik kulit, rambut, serta preferensi konsumen lokal.
L'Oréal juga memaparkan bahwa 73% konsumen Indonesia mengaku khawatir terhadap masalah pigmentasi seperti flek hitam, bekas jerawat, hiperpigmentasi hingga melasma.
Menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan mengembangkan Melasyl™, molekul hasil penelitian hampir 20 tahun dengan proses penyaringan lebih dari 100.000 kandidat molekul untuk membantu mengelola pigmentasi tanpa mengganggu fungsi alami melanin.
Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan teknologi Mexoryl 400, filter UV yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap paparan ultra-long UVA, salah satu spektrum sinar ultraviolet yang berkontribusi terhadap photoaging dan hiperpigmentasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kementerian ESDM: Tabung CNG 3 Kg Tak Perlu Dibeli, Masyarakat Cukup Tukar Isi Gas
- 2Prediksi Skor Paraguay vs Australia 26 Juni 2026: Socceroos Selangkah Lagi ke 32 Besar, Paraguay Wajib Menang
- 3Link dan Cara Cek Hasil Pengumuman OSN 2026 Jenjang SD dan SMP, Cek Sekarang!
- 4Moto3 Belanda: Puji Kehebatan Veda Ega Pratama di Brno, Hiroshi Aoyama Bidik Momentum di Assen
- 5Edwin van Der Sar Harap Timnas Indonesia Bisa Segera Tampil di Piala Dunia
- 6Venezuela Darurat Nasional! Gempa Kembar M 7,5 Guncang Caracas, Puluhan Gedung Runtuh
- 7Messi Tak Jadi Starter saat Argentina vs Yordania, Scaloni Ungkap Rencananya
- 8Masjid Hajjah Yuliana Dibangun di Melbourne, Simbol Bakti kepada Orang Tua dan Gotong Royong Diaspora
- 9Kepercayaan Publik ke Polri Naik, Sari Yuliati Apresiasi Capaian
- 10Relawan Matahari 08 Dukung Program Prioritas Prabowo, Sampaikan Delapan Poin Tuntutan









