PLN EPI Ungkap Potensi Biomassa RI Capai 83,4 Juta Ton per Tahun

AKURAT.CO PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan biomassa akan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir mengatakan, biomassa merupakan solusi transisi energi yang dapat diterapkan secara cepat melalui program co-firing di PLTU.
Melalui skema tersebut, sebagian penggunaan batu bara digantikan dengan biomassa yang berasal dari residu pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga limbah perkotaan.
Baca Juga: PLN EPI Kejar Serapan Biomassa 10 Juta Ton demi NZE 2060
"Batu bara dapat disubstitusi dengan tandan kosong kelapa sawit, cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung, pelepah sawit, limbah kayu, hingga berbagai residu biomassa lainnya. Seluruh bahan tersebut diolah menjadi pelet biomassa untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara di PLTU," kata Hokkop, Kamis (2/7/2026).
Hokkop menyebut, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar. Berdasarkan pemetaan PLN EPI, potensi biomassa yang layak dimanfaatkan mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun.
Potensi tersebut tersebar di Sumatra sebesar 42,8 juta ton, Kalimantan 18,9 juta ton, Jawa 13,1 juta ton, Sulawesi 5,1 juta ton, Papua-Maluku 1,9 juta ton, serta Bali-Nusa Tenggara sekitar 1,5 juta ton. Potensi tersebut berasal dari limbah sawit, kehutanan, pertanian, perkebunan, hingga sampah perkotaan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Lebih lanjut Hokkop menjelaskan bahwa pengembangan biomassa tidak semata-mata bertujuan menggantikan sebagian konsumsi batu bara, tetapi juga membangun ekosistem bioenergi nasional yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari rantai pasok energi.
Baca Juga: PLN EPI Tuntaskan Tahap Krusial Pipa Gas WNTS-Pemping
"Bioenergi bukan hanya mengganti batu bara. Yang kami bangun adalah ekosistem bioenergi dari desa hingga pembangkit listrik. Di dalamnya ada petani, koperasi, pelaku usaha, hingga industri yang bersama-sama memperoleh nilai tambah dari pemanfaatan biomassa," ujarnya.
Saat ini PLN telah mengimplementasikan program co-firing biomassa di 52 PLTU dengan total kapasitas mencapai 18.154 megawatt (MW).
Untuk mendukung program tersebut dibutuhkan pasokan biomassa sekitar 9 juta ton per tahun yang akan dipenuhi secara bertahap melalui penguatan rantai pasok biomassa nasional.
Selain biomassa padat, PLN EPI juga mengembangkan berbagai bentuk bioenergi lain seperti biochar, compressed biomethane gas (CBG), biohidrogen, hingga pemanfaatan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif pembangkit sebagai bagian dari diversifikasi energi primer.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan melalui berbagai kebijakan.
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2029, PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan sebesar 12,22 GW dengan kebutuhan investasi sekitar Rp1.682 triliun serta potensi penciptaan sekitar 760 ribu lapangan kerja hijau (green job) sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.
“Melalui pengembangan bioenergi, PLN EPI tidak hanya memperluas bauran energi primer nasional, tetapi juga membangun ekosistem energi yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berbasis sumber daya domestik,” tutur Hokkop.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









