Akurat Logo

PLN Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman Bergilir di Jawa Sejak 21 Juni 2026

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 2 Juli 2026, 19:53 WIB
PLN Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman Bergilir di Jawa Sejak 21 Juni 2026
Dirut PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan PLN terus melakukan monitoring kondisi sistem kelistrikan secara real-time melalui UIP3BS yang menjadi pusat kendali

AKURAT.CO PT PLN (Persero) mengungkapkan sistem kelistrikan di Pulau Jawa kini telah kembali stabil dan tidak lagi mengalami pemadaman bergilir sejak 21 Juni 2026.

Kondisi tersebut didukung penguatan pasokan batu bara serta berbagai langkah peningkatan keandalan sistem yang dijalankan bersama pemerintah.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan keberhasilan menjaga keandalan pasokan listrik tidak lepas dari dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba).

Baca Juga: Optimalkan Pemanfaatan Batu Bara Domestik, PLN Bakal Retrofit PLTU di Jawa

“Kami melaporkan, ini atas dukungan Menteri ESDM dan juga Dirjen Ketenagalistrikan serta Dirjen Minerba, kondisi sistem kelistrikan Jawa, terutama di Jawa, ini sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir sejak tanggal 21 Juni 2026,” kata Darmawan saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Darmawan menambahkan, PLN bersama pemerintah akan terus menjaga sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional melalui berbagai program yang telah disiapkan sesuai arahan Menteri ESDM.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan pada tahun 2026 adalah penambahan pasokan batu bara dengan kalori menengah hingga tinggi, yakni di atas 4.500 kalori, yang secara khusus dialokasikan untuk kebutuhan pembangkit PLN.

“Pertama, untuk 2026 ini ada penambahan pasokan batu bara dengan kalori menengah sampai tinggi yaitu 4.500 kalori ke atas yang dialokasikan khusus untuk PLN dari Kementerian ESDM dan terutama dalam hal ini Direktur Jeneral Minerba,” ujarnya.

Darmawan menambahkan, tambahan pasokan tersebut mencapai 1,8 juta ton untuk bulan Juli 2026 di luar pasokan yang sudah ada sebelumnya. Selanjutnya, mulai Agustus hingga Desember 2026, pemerintah akan menambah pasokan sebesar 3 juta ton per bulan.

Tambahan pasokan batu bara tersebut diperkirakan mampu meningkatkan daya mampu pasok sistem kelistrikan Jawa hingga 5 gigawatt di atas kapasitas eksisting sebesar 35,9 gigawatt.

“Yang tentu saja ini membuat sistem kelistikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi,” tutur Darmawan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.