Nikel, Baterai, dan Taruhan Indonesia dalam Peta Industri Kendaraan Listrik Dunia

AKURAT.CO Pemerintah lewat MIND ID terus mempercepat pembangunan ekosistem industri baterai nasional sebagai bagian dari strategi hilirisasi mineral. Salah satu langkah pemerintah melalui pembentukan PT Industri Baterai Indonesia (IBC).
Perusahaan tersebut merupakan kolaborasi Grup MIND ID melalui ANTAM dan INALUM, Pertamina, serta PLN di bawah koordinasi Danantara Indonesia.
“MIND ID berkomitmen memastikan agenda hilirisasi nasional tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata dan terukur bagi perekonomian nasional, sekaligus mendukung ketahanan energi, transisi energi terbarukan, serta pembangunan industri masa depan Indonesia,” kata Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin beberapa waktu lalu.
Adapun, IBC berperan mengintegrasikan rantai pasok baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Di sektor hulu, ANTAM bersama anggota Grup MIND ID memasok bahan baku mineral, terutama nikel, sebagai komponen utama baterai kendaraan listrik.
Sementara di sektor pengolahan, IBC mengembangkan pabrik Cathode Active Material (CAM) berkapasitas 30.000 ton per tahun di Tanjung Buli, Halmahera, dengan investasi mencapai US$600 juta dan ditargetkan beroperasi pada 2028.
Selain itu, pabrik sel baterai CATIB di Karawang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026 dengan kapasitas awal 6,9 GWh yang dapat ditingkatkan menjadi 15 GWh.
Langkah Tepat Memperkuat Keberlanjutan Hilirisasi
Pembangunan ekosistem tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan hilirisasi nikel sekaligus menopang ketahanan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional.
Meski pasar global tengah mengalami pergeseran akibat meningkatnya penggunaan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP), pelaku industri menilai nikel tetap memiliki prospek jangka panjang sebagai material utama baterai kendaraan listrik berperforma tinggi.
Wakil Ketua Bidang Pengembangan dan Penelitian Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Prabowo Kartoleksono mengatakan hilirisasi nikel Indonesia perlu bergeser dari sekadar mengejar volume produksi menuju penguatan nilai tambah, inovasi teknologi, dan penerapan standar environmental, social, and governance (ESG).
Menurutnya, meski baterai LFP semakin banyak digunakan karena menawarkan harga lebih kompetitif, nikel masih menjadi komponen utama pada baterai berbasis nickel manganese cobalt (NMC) maupun nickel cobalt aluminum (NCA) yang digunakan untuk kendaraan listrik dengan daya jelajah jauh dan performa tinggi.
Baca Juga: MIND ID Gelar Junior Miners Fun Fest 2026, Anak Belajar Dunia Tambang Lewat Permainan
"Masih ada anggapan keliru di pasar bahwa kehadiran Solid-State Battery (SSB) akan mengakhiri era baterai berbasis nikel. Faktanya, nikel justru tetap menjadi komponen inti dalam pengembangan baterai generasi masa depan ini,” ucap Prabowo kepada Akurat.co, Rabu (8/7/2026).
Prabowo menegaskan hilirisasi tidak boleh berhenti pada produk antara seperti nickel pig iron (NPI) atau mixed hydroxide precipitate (MHP).
Menurutnya, Indonesia perlu memperluas integrasi hingga memproduksi prekursor dan katoda baterai agar memperoleh nilai tambah yang lebih besar.
Di sisi lain, penerapan standar ESG dinilai akan menjadi faktor penentu daya saing produk nikel Indonesia di pasar internasional, khususnya di Eropa dan Amerika Serikat yang semakin ketat menerapkan regulasi terkait jejak karbon.
"Periklindo melihat bahwa kita tidak bisa hanya bertumpu pada satu jenis baterai. Hilirisasi harus diarahkan untuk mendukung fleksibilitas formulasi baterai, sehingga industri dalam negeri siap beradaptasi dengan perubahan tren kimia baterai global,” ujarnya.
Lebih jauh, Periklindo menilai Indonesia perlu melakukan transformasi dari industri berbasis sumber daya alam (resource-based industry) menuju industri berbasis teknologi (technology-based industry) apabila ingin menjadi pusat manufaktur kendaraan listrik di kawasan.
Menurut Prabowo, kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) perlu diarahkan untuk meningkatkan penguasaan teknologi inti, mulai dari baterai, motor listrik, powertrain, hingga battery management system (BMS), bukan hanya mendorong penggunaan komponen nonstrategis.
“Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) harus didorong untuk menyentuh core technology (baterai, powertrain, motor drive, dan sistem kontrol), bukan hanya komponen plastik atau bodi,” tutur Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menambahkan, hilirisasi nikel seharusnya dipandang sebagai fondasi untuk membangun industri kendaraan listrik nasional yang berdaya saing, sementara tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem manufaktur berteknologi tinggi.
“Indonesia harus bertindak cepat agar kapasitas produksi baterai IBC tidak hanya melayani pasar ekspor, tetapi menjadi jantung dari ekosistem kendaraan listrik nasional yang terjangkau dan berteknologi tinggi,” tambahnya.
Manufaktur harus menjadi tujuan akhir
Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal menila, pembangunan rantai pasok industri kendaraan listrik Indonesia saat ini masih berlangsung dari dua arah yang belum sepenuhnya terhubung.
Menurut dia, dari sisi hulu Indonesia telah berkembang hingga mampu memproduksi precursor berbasis nikel. Sementara dari sisi hilir, industri kendaraan listrik juga mulai berkembang melalui investasi berbagai produsen otomotif.
Namun, keterhubungan antara industri pengolahan nikel domestik dengan produksi kendaraan listrik di dalam negeri masih terbatas karena mayoritas kendaraan listrik yang dipasarkan saat ini berasal dari produsen China yang menggunakan baterai LFP.
"Kalau yang sekarang progres sampai dengan saat sekarang itu memang adalah dari sisi hulu ke tengah dan dari sisi hilir juga kalau kita melihat dari kendaraan listriknya, EV-nya juga sudah mulai dibangun dari hilir ke tengah juga,” ujar Faisal.
Meski demikian, ia menilai nikel Indonesia telah masuk dalam rantai pasok global kendaraan listrik. Menurutnya, precursor berbasis nikel yang diproduksi di Indonesia telah dipasok kepada produsen baterai asal China, CATL, melalui perusahaan pengolahan seperti Huayou Indonesia.
Selanjutnya baterai tersebut digunakan oleh berbagai produsen kendaraan listrik premium dunia seperti Mercedes-Benz, BMW hingga Tesla.
Hal tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi nikel Indonesia sebenarnya telah menjadi bagian penting dalam rantai nilai global, khususnya untuk kendaraan listrik premium yang membutuhkan baterai berdaya jelajah tinggi.
"Jadi CATL ini mensuplai baterai untuk mobil-mobil seperti Mercedes-Benz, BMW, Tesla gitu ya. Nah itu yang merupakan pro-pro Eropa. Jadi artinya sudah ada sebetulnya kalau kita melihat rantai value chain exportnya, itu yang nickel dari sisi hulu tadi,” pungkasnya.
Diversifikasi hilirisasi
Meski demikian, Faisal mengingatkan agar strategi hilirisasi nasional tidak hanya bergantung pada industri baterai kendaraan listrik.
Indonesia, kata dia, memiliki peluang besar mengembangkan hilirisasi nikel ke berbagai sektor manufaktur lain, mulai dari industri elektronika, baja berkualitas tinggi, infrastruktur hingga komponen kendaraan bermotor nonbaterai.
"Oleh karena itu kalau kita berbicara masalah hilirisasi nickel semestinya kita tidak hanya fokus ke baterai karena banyak sebetulnya potensinya di luar baterai itu juga besar dan luas. Sehingga kita itu hilirisasinya jadinya lengkap bukan hanya di baterai saja, baterai juga," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









