Akurat Logo

Mentan Sebut Pertanian Modern AAS Tingkatkan Keuntungan Petani hingga 3 Kali Lipat

Esha Tri Wahyuni | 9 Juli 2026, 18:22 WIB
Mentan Sebut Pertanian Modern AAS Tingkatkan Keuntungan Petani hingga 3 Kali Lipat
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mempercepat penerapan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di seluruh Indonesia.

Program tersebut dinilai tidak hanya mampu mendongkrak produktivitas padi, tetapi juga berpotensi melipatgandakan keuntungan yang diterima petani dalam satu musim tanam.

Untuk mempercepat implementasinya, Kementerian Pertanian mengumpulkan kepala dinas pertanian serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari berbagai daerah dalam Rapat Koordinasi Pengembangan PM-AAS di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Pertanian Modern AAS Ubah Pola Tanam Nasional, Produksi Padi Tembus 1 Juta Rumpun per Hektare

Pemerintah ingin memastikan transformasi menuju pertanian modern berjalan serentak, khususnya di kawasan irigasi yang menjadi prioritas.

"Hari ini kami kumpulkan kepala dinas (pertanian), kemudian direktur wilayah PPL se-Indonesia. Tujuannya adalah kita melakukan akselerasi dengan intensifikasi. Sistem intensifikasi kita akselerasi, yaitu pertanian modern PM-AAS," kata Amran.

Menurut Amran, metode PM-AAS telah melalui uji coba pada lahan seluas 1.600 hektare. Hasilnya, produktivitas padi mampu mencapai 10 hingga 12 ton gabah per hektare atau hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produktivitas nasional yang saat ini berada di kisaran 5,5 ton per hektare.

Peningkatan hasil panen tersebut dinilai berdampak langsung terhadap pendapatan petani. Meski biaya budidaya naik dari sekitar Rp13 juta menjadi Rp15 juta per hektare, keuntungan yang diperoleh petani berpotensi meningkat dari sekitar Rp5 juta menjadi Rp16,3 juta setiap musim tanam.

"Biaya memang naik sekitar Rp2 juta per hektare, tetapi keuntungan petani bisa meningkat dari sekitar Rp5 juta menjadi Rp16,3 juta. Yang kita kejar adalah kesejahteraan petani," ujar Amran.

Dirinya menjelaskan, PM-AAS merupakan metode budidaya yang mengombinasikan sistem Arkansas dengan pola tanam jajar legowo. 

Kombinasi tersebut mampu meningkatkan populasi tanaman hingga sekitar satu juta rumpun per hektare sehingga pemanfaatan sinar matahari menjadi lebih optimal dan produktivitas tanaman meningkat.

Pemerintah menargetkan metode tersebut diterapkan pada satu juta hektare lahan irigasi hingga tahun depan. Langkah itu menjadi tahap awal sebelum implementasi diperluas ke berbagai sentra produksi padi nasional.

Amran optimistis penerapan PM-AAS dapat menjadi salah satu strategi meningkatkan produksi beras nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan. 

Di sisi lain, peningkatan pendapatan petani diharapkan menjadi insentif agar lebih banyak petani terdorong meningkatkan produktivitas lahannya melalui penerapan teknologi pertanian modern.

"Kalau petani untung, mereka akan lebih semangat menanam. Karena itu yang kami dorong bukan hanya produksi meningkat, tetapi kesejahteraan petani juga ikut naik," tutur Amran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.