Akurat Logo

Mentan Genjot Kopi Gayo, Target Ekspor Nasional Capai Rp200 Triliun

Esha Tri Wahyuni | 15 Juli 2026, 08:40 WIB
Mentan Genjot Kopi Gayo, Target Ekspor Nasional Capai Rp200 Triliun
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman

AKURAT.CO Pemerintah mulai memperkuat sektor hulu perkebunan kopi sebagai strategi meningkatkan ekspor nasional.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menargetkan, nilai ekspor kopi Indonesia yang saat ini sekitar Rp40 triliun dapat meningkat menjadi Rp100 triliun, bahkan berpeluang mencapai Rp200 triliun.

Komitmen tersebut disampaikan Amran saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kebun Perbenihan Kopi Rimba Raya KM 60 di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7/2026). Menurutnya, penguatan kualitas bibit menjadi fondasi utama untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing Kopi Gayo di pasar internasional.

"Kami sangat puas. Pembibitannya sangat bagus, betul-betul dikawal. Saya mengapresiasi Direktur, jajaran di wilayah Aceh, dan para PPL yang bekerja dengan baik mendampingi petani," kata Amran.

Baca Juga: Canggih, Kementan Siapkan Drone Pengangkut Gabah 100 Kg

Dirinya mengatakan pemerintah telah mengalokasikan program pengembangan kopi seluas sekitar 17 ribu hektare di Aceh dengan dukungan 17 juta batang bibit kopi unggul.

Berdasarkan laporan pemerintah daerah, program tersebut diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan petani hingga Rp4 triliun.

"Insyaallah tahun depan kita tingkatkan lagi. Yang penting tanaman ini dirawat dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan petani," ujarnya.

Menurut Amran, investasi di sektor perbenihan menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi dalam jangka panjang. Dengan produktivitas yang meningkat, Indonesia dinilai memiliki peluang lebih besar memperluas pangsa pasar ekspor kopi dunia.

Dirinya menilai Kopi Gayo telah memiliki reputasi internasional yang kuat sehingga layak menjadi salah satu motor penggerak ekspor perkebunan nasional.

"Kopi ini sudah mendunia. Saya masih ingat ketika melakukan kunjungan ke Meksiko dan Argentina, saya bertemu Presiden Amerika Serikat ke-42 Bill Clinton. Yang dibahas justru Kopi Gayo. Saya terharu karena itu menunjukkan Kopi Gayo benar-benar sudah dikenal dunia. Karena itu kita harus terus membantu petani kopi, termasuk di Aceh," katanya.

Amran optimistis penguatan sektor hulu akan berdampak langsung terhadap peningkatan nilai ekspor kopi nasional.

Baca Juga: Mitigas El Nino 2026, Kementan Kebut Program Pompanisasi

"Bagaimana Kopi Gayo menggetarkan dunia. Bila perlu seluruh dunia mencicipi Kopi Gayo. Sekarang nilai ekspor kopi kita sudah mencapai sekitar Rp40 triliun. Ke depan harus kita dorong menjadi Rp100 triliun, bahkan kalau bisa Rp200 triliun. Potensinya sangat besar," tegasnya.

Momentum tersebut dinilai semakin terbuka seiring tren kenaikan harga kopi di tingkat pasar. Menurut Amran, harga kopi saat ini telah mencapai sekitar Rp110 ribu per kilogram, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani apabila diiringi peningkatan produksi dan perbaikan tata niaga.

Karena itu, pemerintah berkomitmen terus memperkuat produksi sekaligus memperbaiki sistem perdagangan agar nilai tambah komoditas lebih banyak dinikmati petani.

Amran juga mengungkapkan pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan penguatan sistem ekspor nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global sehingga tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga memiliki pengaruh dalam pembentukan harga komoditas strategis, termasuk kopi.

"Kita ingin Indonesia sebagai produsen memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Nilai tambah komoditas harus kembali kepada petani dan negara sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat," ujarnya.

Menutup kunjungannya, Amran memastikan pemerintah akan melanjutkan dukungan pengembangan Kopi Gayo pada tahun depan. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci untuk memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu sentra kopi terbaik di dunia.

"Potensinya sangat besar. Masyarakatnya pekerja keras, pemerintah daerah juga sangat mendukung. Karena itu, tahun depan kita bantu lagi agar Kopi Gayo semakin maju dan petaninya semakin sejahtera," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.