MIND ID Gandeng LEN hingga Krakatau Steel Garap Hilirisasi Mineral Kritis

AKURAT.CO PT Mineral Industri Indonesia atau MIND ID melakukan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan material maju (critical minerals downstreaming) PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Perminas (Persero).
Penandatanganan MoU ini dilakukan dalam agenda Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing di Wisma Danantara Indonesia.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi pemain yang berdaulat dalam rantai pasok global. Menurutnya, selama ini nilai tambah dari kekayaan mineral Indonesia justru lebih banyak dinikmati oleh negara lain.
Baca Juga: Komisi XII Apresiasi Hilirisasi Freeport-MIND ID, Kontribusi Negara Diproyeksi Rp120 Triliun
“Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth. Bahan-bahan ini menjadi fondasi teknologi masa depan, seperti baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, dan energi bersih,” kata Rosan dalam keterangannya dikutip, Rabu (15/7/2026).
Sementara itu. Chief Technology OTicer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa menyampaikan bahwa pengembangan industri middle stream material maju perlu dipandang sebagai bagian dari transformasi industri nasional menuju ekonomi berbasis teknologi, manufaktur bernilai tambah tinggi, dan penguasaan rantai pasok masa depan.
Menurutnya, Indonesia harus mampu menangkap peluang permintaan regional, membangun kapabilitas teknologi, serta bersaing di pasar global untuk mencapai skala ekonomi yang berkelanjutan.
Karena itu, pengembangan industri material maju perlu diarahkan secara lebih terintegrasi sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing industri nasional.
“Nikel tetap menjadi salah satu keunggulan penting, namun agenda besarnya adalah membangun kapasitas industri yang lebih luas, bernilai tambah tinggi, dan kompetitif secara global,” ujar Sigit.
Adapun, kerja sama ini bertujuan untuk optimalisasi supply-offtake mineral kritis dan material maju untuk kebutuhan industri strategis dalam negeri, mengakselerasi terwujudnya industri material maju nasional berskala besar melalui pengembangan teknologi bersama.
Baca Juga: MIND ID Salurkan 5.322 Beasiswa, Perkuat Akses Pendidikan di Daerah
Serta, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional bernilai tambah tinggi melalui program-program industri strategis seperti, namun tidak terbatas pada, mobil dan motor listrik nasional, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan dan ketenagalistrikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







