Akurat Logo

MIND ID Gandeng LEN hingga Krakatau Steel Garap Hilirisasi Mineral Kritis

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 15 Juli 2026, 14:56 WIB
MIND ID Gandeng LEN hingga Krakatau Steel Garap Hilirisasi Mineral Kritis
MIND ID menandatangani MoU dengan LEN Industri, Krakatau Steel, dan Perminas untuk mempercepat hilirisasi mineral kritis bagi industri strategis nasional.

AKURAT.CO PT Mineral Industri Indonesia atau MIND ID melakukan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan material maju (critical minerals downstreaming) PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Perminas (Persero).

Penandatanganan MoU ini dilakukan dalam agenda Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing di Wisma Danantara Indonesia.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi pemain yang berdaulat dalam rantai pasok global. Menurutnya, selama ini nilai tambah dari kekayaan mineral Indonesia justru lebih banyak dinikmati oleh negara lain.

Baca Juga: Komisi XII Apresiasi Hilirisasi Freeport-MIND ID, Kontribusi Negara Diproyeksi Rp120 Triliun

“Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth. Bahan-bahan ini menjadi fondasi teknologi masa depan, seperti baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, dan energi bersih,” kata Rosan dalam keterangannya dikutip, Rabu (15/7/2026).

Sementara itu. Chief Technology OTicer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa menyampaikan bahwa pengembangan industri middle stream material maju perlu dipandang sebagai bagian dari transformasi industri nasional menuju ekonomi berbasis teknologi, manufaktur bernilai tambah tinggi, dan penguasaan rantai pasok masa depan.

Menurutnya, Indonesia harus mampu menangkap peluang permintaan regional, membangun kapabilitas teknologi, serta bersaing di pasar global untuk mencapai skala ekonomi yang berkelanjutan.

Karena itu, pengembangan industri material maju perlu diarahkan secara lebih terintegrasi sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing industri nasional.

“Nikel tetap menjadi salah satu keunggulan penting, namun agenda besarnya adalah membangun kapasitas industri yang lebih luas, bernilai tambah tinggi, dan kompetitif secara global,” ujar Sigit.

Adapun, kerja sama ini bertujuan untuk optimalisasi supply-offtake mineral kritis dan material maju untuk kebutuhan industri strategis dalam negeri, mengakselerasi terwujudnya industri material maju nasional berskala besar melalui pengembangan teknologi bersama.

Baca Juga: MIND ID Salurkan 5.322 Beasiswa, Perkuat Akses Pendidikan di Daerah

Serta, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional bernilai tambah tinggi melalui program-program industri strategis seperti, namun tidak terbatas pada, mobil dan motor listrik nasional, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan dan ketenagalistrikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.