PHR Temukan Sumur Baru Berpotensi 2.035 Barel per Hari di Blok Rokan

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil melakukan pengeboran sumur infill Menggala South-21 di Wilayah Kerja (WK) Rokan.
Berdasarkan hasil pengujian awal, sumur tersebut menunjukkan potensi produksi sebesar 2.035 barel minyak per hari (BOPD) dengan water cut 0%, mengindikasikan kualitas produksi minyak yang sangat baik.
General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko mengatakan bahwa keberhasilan Sumur Menggala South-21 merupakan cerminan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan produksi migas yang optimal melalui operasi yang unggul, selamat, dan efisien.
Baca Juga: PHR Zona 4 Lampaui Target Produksi Minyak 125 Persen pada Semester I 2026
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang mampu mengeksekusi program pengeboran secara selamat, efisien, dan berkualitas sehingga memberikan tambahan potensi produksi yang signifikan bagi perusahaan dan negara,” kata Andre, Jumat (24/7/2026).
Andre menyampaikan, proses pengeboran Sumur Menggala South-21 dimulai pada Juni 2026 dan berhasil diselesaikan pada 19 Juli 2026.
Selain menghasilkan potensi produksi yang tinggi, pelaksanaan proyek ini juga mencatatkan kinerja operasi yang baik dengan penyelesaian pekerjaan 9% lebih cepat dibandingkan rencana serta menghasilkan efisiensi biaya 44% yang signifikan.
Operasi pengeboran menggunakan Rig GW-337 berkapasitas 550 HP Electric Rig juga berlangsung tanpa insiden keselamatan kerja.
Keberhasilan tersebut memperkuat optimisme terhadap potensi pengembangan lanjutan di area Menggala dan sekitarnya.
“PHR akan terus melakukan evaluasi subsurface dan optimasi pengembangan lapangan guna memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap ketahanan energi nasional,” ujar Andre.
Sekadar informasi, Sumur Menggala South-21 merupakan sumur infill berarah tipe J yang menargetkan reservoir Formasi Menggala pada kedalaman sekitar 4.146 kaki.
Baca Juga: Pertamina Drilling Perkuat Armada, 4 Rig Baru Siap Garap Sumur PHR
Selama pelaksanaan pengeboran, tim menghadapi sejumlah tantangan teknis, antara lain long open hole section, potensi sloughing shale, loss circulation, fault crossing, hingga risiko differential sticking pada interval produksi.
Namun melalui perencanaan matang, penerapan praktik pengeboran yang tepat, serta kolaborasi lintas fungsi, pekerjaan dapat diselesaikan secara aman dan andal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







