Kementerian ESDM: Harga Pertamax Masih Ikuti Pasar, Penurunan Belum Bisa Dipastikan

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax masih akan mengikuti perkembangan harga minyak di pasar internasional.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan, pemerintah belum dapat memastikan adanya penurunan harga Pertamax mengingat kondisi geopolitik global masih menyisakan ketidakpastian yang memengaruhi pergerakan harga minyak dunia.
"Untuk harga pertamax, kita mengikuti harga pasar. Untuk harga pasar, kalau kita lihat kondisi secara geopolitik, ada juga uncertainty-nya cukup tinggi. Jadi justru di pasar internasional kan harga naik," kata Yuliot saat ditemui selepas acara di BRIN, Selasa (29/7/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Koordinasi Atasi Hambatan Ekspor Mineral yang Diduga Mengandung LTJ
Yuliot menjelaskan, penetapan harga Pertamax dilakukan berdasarkan perhitungan biaya pokok penyediaan (BPP) Pertamina yang kemudian ditambah margin sesuai ketentuan.
Kementerian ESDM akan mengevaluasi perhitungan tersebut untuk memastikan harga jual tetap mencerminkan kondisi keekonomian.
"Jadi nanti akan dihitung BPP-nya Pertamina plus itu keuntungan. Jadi nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira harga yang ini keekonomian kira-kira bagaimana," ujarnya.
Meski demikian, Yuliot membuka peluang adanya penyesuaian harga apabila rata-rata harga minyak dunia menunjukkan tren penurunan dalam periode evaluasi.
Baca Juga: Kementerian ESDM Akui Belum Ada Investor Serius Garap Storage Minyak di Sumatra
Menurutnya, apabila kondisi pasar internasional membaik dan biaya penyediaan ikut menurun, Pertamina berpeluang menyesuaikan harga BBM nonsubsidi.
"Termasuk kalau potensi nanti ini harga itu secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga," tutur Yuliot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








