Pertamina Siagakan 2.074 SPBU 24 Jam Saat Mudik Lebaran 2026

AKURAT.CO PT Pertamina lewat Subholding Downstream PT Pertamina Patra Niaga bakal menyiagakan operasional 24 jam pada 2.074 SPBU di titik-titik strategis selama periode mudik Lebaran 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun memperkirakan, puncak arus mudik pertama tahun ini bakal terjadi tanggal 14-15 Maret 2026.
Sementara untuk puncak arus mudik kedua, diperkirakan berlangsung tanggal 18-19 Maret 2026, yakni beberapa hari menjelang hari besar keagamaan bagi Umat Muslim.
Baca Juga: Pemerintah Upayakan Diplomasi Keluarkan 2 Kapal Pertamina dari Selat Hormuz
"Kemudian untuk prediksi puncak arus balik ini, arus balik pertama itu akan terjadi di tanggal 24-25 Maret 2026, serta kemudian prediksi puncak arus balik tahap keduanya itu ada di tanggal 28-29 Maret 2026," kata Roberth dalam konferensi pers di Grha Pertamina dikutip, Rabu (4/3/2026).
Terkait konsumi BBM, Roberth mengatakan, proyeksi peningkatan konsumsi gasoline selama periode Mudik Lebaran 2026, baik Pertalite maupun Pertamax Cs dengan taksiran 12% lebih tinggi dari konsumsi hari normal.
Namun, Roberth menyampaikan bahwa konsumsi gasoil selama Mudik Lebaran 2026 justru ditaksir menurun sekitar 14,5%.
Meski begitu, Pertamina m bakal menyiagakan operasional 24 jam pada 2.074 SPBU di titik-titik strategis, mulai dari jalan tol, jalur wisata, hingga jalan lintas utama.
“Kita menyediakan layanan energi di jalur potensial, di jalur tol, jalur wisata, dan jalur lintas utama berupa SPBU yang akan beroperasi 24 jam. Terdapat sekitar 2.074 SPBU,” ujarnya.
Selain menyiapkan ribuan SPBU, PT Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan 96 unit modular BBM, yakni mobil tanki yang sudah terisi penuh dan disiagakan di beberapa titik yang berdekatan dengan SPBU strategis.
Baca Juga: Komisi XII DPR Terus Koordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina Pastikan Stok BBM Aman
Hadirnya unit modular, kata Roberth untuk mengantisipasi adanya peningkatan konsumsi yang signifikan dan berdampak pada habisnya stok BBM di SPBU.
"Modular ini juga kemudian dijadikan menjadi alternatif SPBU untuk jalur-jalur yang memang kemudian jumlah SPBU-nya tidak terlalu banyak ataupun kapasitas SPBU-nya tidak terlalu besar," tutur Roberth.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










