PHE Rampungkan Survei Seismik 3D Selat Makassar, Buka Peluang Blok Migas Baru

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil menyelesaikan Survei Seismik 3D Offshore Kandawulo di Selat Makassar, pada Juli 2026.
Survei Seismik 3D Offshore Kandawulo merupakan bagian dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang (KKPJM) di wilayah terbuka. Kegiatan ini dilaksanakan melalui anak perusahaan PHE, PT Elnusa Tbk, yang berkolaborasi dengan China Oilfield Services Limited (COSL).
VP Exploration Technical Excellence & Coordination PHE, Ahmad Najihal Amal menjelaskan bahwa Proyek Survei Seismik 3D Offshore Kandawulo ini sukses dilaksanakan dengan Zero Accident dan secara OTOBOSOR (on time, on budget, on schedule dan on return).
Baca Juga: PHE Produksi 935 Ribu BOEPD pada Semester I-2026, Pengeboran Capai 278 Sumur
"Survei 3D Kandawulo seluas 2500 km2 dapat diselesaikan dalam waktu 43 hari dari target 85 hari (lebih cepat 42 hari) berkat kerja sama dan kolaborasi seluruh Fungsi yang terlibat," kata Ahmad dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Ahmad mengatakan, keberhasilan Proyek survei seismik 3D Kandawulo ini didukung oleh persiapan operasi yang matang serta koordinasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan.
Antara lain Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, serta aparat keamanan Kodaeral VI Makassar dan Lanal Mamuju.
“Sinergi yang baik tersebut memungkinkan kegiatan operasional berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Keberhasilan penyelesaian survei seismik 3D Kandwulo secara aman dan cepat ini mendapatkan apresiasi dari Kepala Divisi Prospektivitas & Manajemen Data SKK Migas, Aldy Amir.
Aldy juga mengapresiasi kinerja cemerlang dari kolaborasi antara Elnusa dengan COSL sehingga dapat menyelesaikan proyek ini lebih cepat dari target waktu yang diberikan dengan kualitas data hasil akuisisi yang sangat baik.
“Proyek ini adalah milestone yang sangat penting pada program New Venture PHE di Wilayah Indonesia Timur untuk membuka peluang mendapatkan blok-blok eksplorasi migas baru untuk mendukung ketahanan energi nasional dalam masa mendatang,” ucap Aldy.
Dalam pelaksanaannya, survei menggunakan kapal seismik milik COSL dengan metode akuisisi seismik 3D Marine Streamer Broadband.
Teknologi ini memungkinkan pencitraan geometri bawah permukaan secara lebih akurat, khususnya pada target eksplorasi di kedalaman yang lebih dalam.
Metode tersebut dinilai sangat tepat untuk wilayah Selat Makassar, yang memiliki potensi sumber daya migas besar dan masih memerlukan eksplorasi lebih lanjut guna mengoptimalkan pengembangan sumber daya energi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









