Kementerian PKP Tambah Kuota Bedah Rumah Surabaya, Akses BSPS Kian Mudah

AKURAT.CO Pemerintah mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) melalui penyederhanaan persyaratan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Kebijakan tersebut langsung diikuti dengan penambahan kuota program di Kota Surabaya menjadi 2.000 unit pada 2026, hampir dua kali lipat dibanding alokasi sebelumnya sebanyak 1.096 unit.
Keputusan tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat meninjau pelaksanaan Program BSPS di Kecamatan Tambaksari, Surabaya.
Baca Juga: Giliran Brebes Dapat Tambahan Kuota BSPS 763 Unit
"Hari ini di Tambaksari, saya putuskan kuota bedah rumah di Kota Surabaya yang sebelumnya tahun 2025 sebanyak 187 unit dan tahun 2026 sebanyak 1.096 unit, hari ini saya naikkan menjadi 2.000 unit untuk tahun 2026," kata Maruarar dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/8/2026).
Menurut Maruarar, peningkatan kuota dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengurangan jumlah rumah tidak layak huni sekaligus memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ara menegaskan, pemerintah juga mengubah mekanisme penyaluran BSPS agar lebih mudah diakses masyarakat. Salah satu perubahan utama adalah penyederhanaan dokumen persyaratan bagi calon penerima bantuan.
"Jangan membuat yang mudah menjadi sulit. Pemerintah justru harus membuat yang sulit menjadi mudah dan menggunakan bahasa yang dipahami rakyat," ujarnya.
Melalui ketentuan terbaru, calon penerima BSPS tidak lagi diwajibkan memiliki dokumen kepemilikan rumah yang telah melalui proses verifikasi.
Sebagai gantinya, masyarakat cukup membuat surat pernyataan yang menyatakan dirinya merupakan Warga Negara Indonesia, menempati satu-satunya rumah yang telah dihuni minimal satu tahun, berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan desil 1 hingga desil 4, serta belum pernah menerima bantuan bedah rumah dalam lima tahun terakhir.
Tak hanya memangkas persyaratan administratif, pemerintah juga memperluas jenis kerusakan rumah yang dapat memperoleh bantuan perbaikan.
Sebelumnya, bantuan BSPS hanya dapat diberikan apabila kerusakan terjadi pada struktur utama bangunan. Kini, rumah dengan kerusakan pada salah satu komponen bangunan juga dapat diusulkan untuk mendapatkan bantuan.
"Kalau sebelumnya harus kerusakan struktur utama, sekarang satu komponen rumah yang rusak pun sudah bisa diperbaiki. Yang penting rumah masyarakat menjadi lebih layak huni," ujar Maruarar.
Ara mengatakan, kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan rumah-rumah yang kondisinya mulai menurun sebelum mengalami kerusakan berat.
Maruarar menambahkan, pemerintah tetap memprioritaskan masyarakat berpenghasilan rendah sebagai penerima manfaat program. Karena itu, sasaran BSPS difokuskan kepada masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 hingga desil 4.
"Kenapa yang diprioritaskan desil 1 sampai 4? Karena pemerintah harus berpihak kepada masyarakat yang paling bawah. Kalau rakyat kecil senang, berarti pemerintah bekerja di jalur yang benar," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Maruarar turut mengapresiasi Pemerintah Kota Surabaya yang telah mengembangkan aplikasi pendataan rumah tidak layak huni.
Menurutnya, sistem tersebut dapat mempercepat proses identifikasi dan verifikasi penerima bantuan sehingga penyaluran BSPS menjadi lebih tepat sasaran.
Ara berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat mempercepat penyediaan hunian yang layak, aman, dan sehat bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pengurangan rumah tidak layak huni di berbagai daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









