Akurat Logo

Bahlil Prioritaskan Relaksasi RKAB 2026 untuk Penyumbang Royalti Terbesar

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 4 Agustus 2026, 18:40 WIB
Bahlil Prioritaskan Relaksasi RKAB 2026 untuk Penyumbang Royalti Terbesar
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim)

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia bakal memprioritaskan relaksasi kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 kepada perusahaan yang memberikan kontribusi royalti paling besar kepada negara.

Hal ini menyusul rencana relaksasi kuota RKAB mineral dan batu bara (minerba) secara terukur pada 2026.

Bahlil menjelaskan, pengaturan kuota produksi menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga mineral dan batu bara Indonesia di tengah besarnya pangsa pasar global.

Saat ini, perdagangan batu bara dunia mencapai sekitar 1,3 miliar ton, dengan Indonesia memasok sekitar 43% dari total kebutuhan tersebut.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Relaksasi RKAB Batu Bara Utamakan Pasokan untuk PLN

Karena itu, pemerintah memilih mengendalikan volume produksi agar nilai jual komoditas tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi negara.

Sebagai ilustrasi, Bahlil menyebut produksi batu bara sebesar 800 juta ton yang mampu menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp130 triliun lebih menguntungkan dibandingkan produksi 1 miliar ton yang hanya menyumbang PNBP Rp120 triliun.

“Mana lebih bagus, kamu produksi 1 miliar ton, PNBP kamu Rp120 triliun, contoh ya ini contoh, atau kamu produksi Rp800 juta PNBP kamu 130 triliun? Pilih mana? Pilih yang mana? Ya itu yang saya lakukan sekarang. Supaya apa? Barang kita ini enggak boleh murah,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, dikutip Selasa (4/8/2026).

Di sisi lain, Bahlil juga mengakui pemerintah telah melakukan penyesuaian terhadap kuota produksi minerba dalam RKAB 2026.

Namun, ia menolak mengungkapkan besaran perubahan tersebut karena khawatir dapat memengaruhi pergerakan harga komoditas di pasar internasional.

"Ada. Kalau itu saya jawab ada. Tapi jangan tanya saya berapa perubahannya. Karena begitu saya sampaikan, keluar di media, harga bisa gejolak lagi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana bakal melakukan relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) atau kouta produksi Minerba secara terukur.


Bahlil menjelaskan, pemerintah pada prinsipnya menginginkan momentum kenaikan harga komoditas dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi nasional.

Dengan demikian, penerimaan negara, keuntungan perusahaan, dan dampak ekonomi bagi masyarakat dapat meningkat secara bersamaan.

Baca Juga: Kementerian ESDM Pastikan RKAB Nikel Tak Naik Signifikan

“Maka idealnya pemerintah atau pengusaha atau rakyat pun berkepentingan untuk harga bagus produksi kita juga harus banyak. Supaya pengusahanya untung, negara untung, rakyatnya juga bisa mendapat dampak positif,” kata Bahlil di komplek Parlemen Senayan, Senin (8/6/2026).



Karena itu, pemerintah akan menerapkan kebijakan relaksasi RKAB yang fleksibel namun tetap terukur. Jika harga komoditas sedang tinggi, pemerintah akan membuka ruang bagi peningkatan produksi.



Sebaliknya, ketika harga mulai melemah, pemerintah akan menyesuaikan kebijakan produksi agar keseimbangan pasokan dan permintaan tetap terjaga.



“Atas dasar itu kita selalu mengikuti perkembangan dengan kita akan melakukan relaksasi yang terukur. Artinya kalau harganya bagus kita akan meningkatkan produksi. Kalau harganya mulai mentok kita juga akan membuat kebijakan agar supply and demand itu bisa kita jaga,” tutur Bahlil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.