Gen Z Sulit Beli Rumah, Danantara Siapkan Pembiayaan Lebih Fleksibel

AKURAT.CO Membeli rumah pertama semakin menjadi persoalan kemampuan finansial bagi generasi muda.
Tantangannya bukan hanya harga hunian, tetapi juga bagaimana penghasilan yang tidak selalu tetap dapat disesuaikan dengan skema pembiayaan jangka panjang.
Kondisi tersebut mendorong Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk memperluas akses kepemilikan rumah melalui integrasi pilihan hunian dan pembiayaan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah Danantara Housing Expo 2026 yang akan menghadirkan lebih dari 200.000 pilihan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non-MBR.
Pameran tersebut akan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta.
CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, persoalan kepemilikan rumah bagi generasi muda tidak cukup diselesaikan dengan menambah pasokan hunian.
Menurutnya, calon pembeli juga membutuhkan informasi yang lebih mudah mengenai harga, pilihan rumah, hingga skema pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangan.
"Kami ingin menghadirkan ekosistem yang memudahkan masyarakat memiliki rumah. Dalam satu tempat, calon pembeli dapat melihat berbagai pilihan hunian sekaligus memperoleh akses ke alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka," kata Rosan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Rosan, perubahan pola pendapatan generasi muda menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memperluas akses pembiayaan perumahan.
Sebagian generasi muda kini tidak hanya mengandalkan satu sumber pendapatan. Pola kerja dengan pekerjaan sampingan atau sumber penghasilan tambahan semakin banyak ditemukan, sehingga produk pembiayaan perumahan perlu mempertimbangkan kondisi finansial yang lebih beragam.
Data Deloitte yang dikutip dalam sejumlah laporan mengenai generasi muda menunjukkan hampir 30% Gen Z memiliki pekerjaan sampingan. Kondisi tersebut menunjukkan sumber pendapatan generasi muda semakin beragam di tengah tekanan biaya hidup.
"Rumah-rumah tersebut juga dirancang agar dapat dibeli masyarakat dengan suku bunga yang lebih menarik serta mekanisme pembayaran yang lebih baik," ujar Rosan.
Melalui Danantara Housing Expo 2026, masyarakat tidak hanya dapat melihat pilihan rumah, tetapi juga memperoleh akses terhadap berbagai alternatif pembiayaan.
Baca Juga: PP Properti Tawarkan DP 1 Persen di Danantara Housing Expo 2026
Danantara menyebut calon pembeli dapat berkonsultasi dengan pengembang, bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta bank syariah. Konsultasi tersebut mencakup simulasi pembiayaan dan pilihan skema pembayaran.
Sejumlah fasilitas pembiayaan yang ditawarkan antara lain uang muka atau down payment (DP) mulai 1%, suku bunga atau margin mulai 2,75%, serta tenor pembiayaan hingga 30 tahun. Terdapat pula skema angsuran bertahap atau step-up sesuai dengan ketentuan masing-masing produk pembiayaan.
Skema tersebut menjadi penting bagi pembeli rumah pertama karena besarnya uang muka dan cicilan bulanan merupakan dua komponen utama yang harus disiapkan sebelum mengambil kredit pemilikan rumah.
Dengan menggabungkan pilihan rumah dan informasi pembiayaan dalam satu lokasi, Danantara ingin mengurangi hambatan informasi yang selama ini dihadapi calon pembeli.
Masyarakat dapat membandingkan proyek berdasarkan lokasi, spesifikasi, harga, serta pilihan pembiayaan sebelum menentukan hunian yang sesuai dengan kemampuan finansial.
Danantara menyatakan lebih dari 200.000 pilihan hunian akan tersedia dalam pameran tersebut. Hunian yang ditawarkan mencakup segmen MBR hingga non-MBR.
Konsep tersebut dirancang sebagai ekosistem perumahan satu pintu yang mempertemukan pengembang, lembaga pembiayaan, perbankan, dan calon pembeli. Danantara Housing Expo juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah pemerintah.
Danantara menyebut masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai sejumlah proyek perumahan sekaligus melakukan simulasi pembiayaan. Dengan demikian, proses pencarian rumah tidak berhenti pada pemilihan unit, tetapi dapat langsung dilanjutkan dengan pembahasan mengenai kemampuan pembiayaan.
Kehadiran berbagai pihak dalam satu ekosistem juga diharapkan dapat memperpendek proses masyarakat ketika mencari informasi mengenai rumah dan kredit.
"Kolaborasi lintas sektor ini menjadi penting agar masyarakat tidak lagi dihadapkan pada proses yang rumit ketika ingin memulai langkah memiliki rumah pertama," kata Rosan.
Persoalan kepemilikan rumah generasi muda selama ini tidak hanya berkaitan dengan harga hunian. Kemampuan menyediakan uang muka, besarnya cicilan, kestabilan penghasilan, serta biaya hidup turut menentukan keputusan seseorang untuk membeli rumah.
Sejumlah publikasi yang mengutip data terkait kondisi kepemilikan hunian menyebut sekitar 81 juta anak muda Indonesia belum memiliki rumah sendiri. Angka tersebut memperlihatkan besarnya kelompok calon pembeli rumah pertama yang masih menghadapi hambatan kepemilikan hunian.
Di sisi lain, generasi muda juga menghadapi perubahan pola pekerjaan. Ketika sumber penghasilan tidak lagi selalu berasal dari satu pekerjaan formal, kemampuan membayar cicilan tidak serta-merta dapat digambarkan hanya melalui satu komponen pendapatan.
Karena itu, pendekatan pembiayaan menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah pasokan rumah dapat benar-benar berubah menjadi kepemilikan rumah.
Danantara melihat kebutuhan tersebut sebagai alasan untuk mempertemukan sektor properti dan pembiayaan dalam satu ekosistem.
Danantara Housing Expo 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang promosi properti. Pameran tersebut akan menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan pasokan hunian dengan calon pembeli yang membutuhkan pembiayaan.
Pilihan DP mulai 1%, bunga atau margin mulai 2,75%, dan tenor hingga 30 tahun dapat menjadi alternatif bagi masyarakat. Namun, setiap fasilitas tetap memiliki persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi calon debitur.
Bagi generasi muda, tantangan berikutnya adalah memastikan cicilan rumah tetap sesuai dengan kemampuan membayar dalam jangka panjang. Terlebih, karakter penghasilan yang semakin beragam membuat keputusan mengambil kredit perumahan harus mempertimbangkan kestabilan pendapatan, bukan hanya kemampuan membayar uang muka.
Rosan mengatakan integrasi antara pilihan hunian, informasi, dan pembiayaan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap rumah pertama.
"Kami ingin menghadirkan ekosistem yang memudahkan masyarakat memiliki rumah," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










