Akurat Logo

Access by KAI Tak Bisa Diakses, Ini Penjelasan KAI

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 11 Agustus 2026, 18:59 WIB
Access by KAI Tak Bisa Diakses, Ini Penjelasan KAI
Ilustrasi Suasana Ruang Tunggu di Stasiun Kereta Api - Dok. PT KAI

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan pada layanan Access by KAI yang terjadi pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, saat ini pelanggan tetap dapat melakukan pembelian tiket melalui Contact Center KAI 121 dan loket stasiun.

“Atas nama KAI, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Kami memahami kebutuhan pelanggan untuk tetap memperoleh akses pembelian tiket dan informasi perjalanan,” kata Anne dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Rayakan HUT RI, KAI Kasih Diskon Tiket 17 Persen dan Tarif Rp8

Sebagai bagian dari proses pemulihan dan penguatan sistem, KAI akan melakukan pemeliharaan sistem mulai pukul 21.00 WIB.

Anne mengatakan, selama proses tersebut, pemesanan tiket sementara hanya dapat dilakukan secara offline melalui loket stasiun.

KAI menargetkan layanan pembelian tiket secara online dapat kembali diakses mulai pukul 23.00 WIB.

“Tim kami terus bekerja agar proses pemulihan berjalan lancar dan layanan kembali dapat digunakan pelanggan sesuai target. Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf serta terima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan,” tutur Anne.

Baca Juga: Baterai Remote hingga Mainan Cepat Habis Padahal Jarang Dipakai? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sebagai informasi, Access by KAI merupakan aplikasi seluler resmi dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang diluncurkan untuk memudahkan penumpang dalam memesan tiket, mengecek jadwal, serta mengelola perjalanan kereta api secara online.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.