10 Perusahaan Nasional Lolos TKDN untuk Garap Motor Listrik

AKURAT.CO CEO BPI Danantara sekaligus Menteri Investasi, Rosan Perkasa Roeslani menyebut, ada 10 perusahaan nasional telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk menggarap proyek motor listrik nasional (Molinas).
Rosan mengatakan, perusahaan-perusahaan tersebut akan didorong untuk memperkuat kapasitas produksi sekaligus meningkatkan standar produk agar mampu bersaing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga regional dan global.
“Oleh sebab itu Bapak Presiden kurang lebih ada 10 perusahaan nasional yang sudah memenuhi kriteria pemenuhan TKDN-nya oleh Kementerian Perindustrian,” kata Rosan dalam peluncuran motor listrik nasional melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga: Danantara Siapkan Kredit Murah hingga Bebas DP untuk Motor Listrik
Rosan menuturkan, pengembangan industri motor listrik nasional selanjutnya akan dilakukan melalui kerja sama dengan PT Len Industri (Persero) untuk mendorong penerapan standardisasi internasional.
Dengan standardisasi tersebut, produk motor listrik nasional diharapkan memiliki daya saing lebih kuat sehingga tidak hanya menjadi pemain di pasar Indonesia.
Rosan menargetkan industri motor listrik nasional nantinya tidak hanya menjadi champion di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar regional hingga global.
“Sehingga kita mempunyai standardisasi internasional. Dan bisa tidak hanya menjadi champion di Indonesia tetapi juga champion di regional bahkan harus menjadi champion di dunia,” ujarnya.
Di sisi lain, Rosan melihat peluang pengembangan motor listrik nasional masih sangat besar jika melihat ukuran pasar sepeda motor Indonesia.
Dia menyebut saat ini terdapat sekitar 140 juta unit sepeda motor yang beroperasi di Indonesia. Sementara itu, penjualan sepeda motor baru setiap tahunnya mencapai sekitar 6 juta hingga 7 juta unit.
“Tetapi yang membeli motor listrik kurang lebih hanya 60-70 ribu. Jadi hanya 1%,” tutur Rosan.
Rendahnya penetrasi tersebut dinilai menunjukkan masih besarnya ruang pertumbuhan pasar motor listrik nasional.
Menurut Rosan, apabila ekosistem industri, pembiayaan, teknologi, hingga produksi dalam negeri dapat diperkuat, pertumbuhan permintaan motor listrik berpotensi meningkat secara signifikan.
“Jadi kalau kami lihat ini potensi ke depannya, upsidenya ini bisa secara eksponensial. Dan oleh sebab itu kami melihat juga market size-nya kurang lebih sampai USD170 miliar,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









