Danantara Rampingkan BUMN, 290 Perusahaan Sudah Ditutup

AKURAT.CO CEO BPI Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi, Rosan Perkasa Roeslani mencatat sekitar 290 perusahaan di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) telah ditutup atau dirampingkan.
Rosan mengatakan, langkah tersebut dilakukan melalui divestasi, merger, likuidasi, konsolidasi vertikal, hingga penggabungan perusahaan yang memiliki fungsi serupa.
“Per hari ini memang kita sudah menurunkan jumlahnya dari sekitar 290 perusahaan yang sudah kami tutup dengan divestasi, dengan kita melakukan merger, likuidasi, konsolidasi vertikal dan lainnya,” kata Rosan dalam konferensi pers di Direktorat Jenderal Pajak, Jumat (14/8/2026).
Rosan mencontohkan konsolidasi perusahaan manajemen aset yang sebelumnya dimiliki secara terpisah oleh masing-masing bank dan institusi keuangan di bawah BUMN.
Baca Juga: Prabowo Apresiasi Danantara, Efisiensi BUMN Hemat Biaya Lebih dari Rp50 Triliun
Perusahaan-perusahaan tersebut kini digabungkan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih efisien dan menghindari duplikasi fungsi di dalam ekosistem BUMN.
Konsolidasi juga dilakukan pada sejumlah sektor lain, termasuk rumah sakit dan perhotelan.
Rosan mengatakan, pihaknya terus melakukan penggabungan terhadap aset dan perusahaan yang dinilai memiliki fungsi atau kegiatan usaha yang dapat dikonsolidasikan.
“Kemudian juga kita terus menggabungkan baik itu rumah sakit, hospital, kurang lebih setelah kita gabungkan ini kita punya ada 137 hotel, kita juga kita gabungkan,” ujarnya.
Danantara, kata Rosan menargetkan jumlah perusahaan BUMN dapat ditekan menjadi sekitar 300 perusahaan hingga akhir 2026.
“Sehingga ini salah satu program yang kita jalankan dengan target memang pada akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 300 perusahaan BUMN pada akhirnya,” tutur Rosan.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto berencana memangkas badan usaha milik negara (BUMN) menjadi 300 perusahaan sampai akhir tahun 2026.
Prabowo bercerita, saat pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia dirinya menemukan terdapat 1.074 BUMN beserta anak, cucu, hingga cicit perusahaan
Prabowo mengatakan, jumlah tersebut jauh lebih besar dari perkiraan awal pemerintah yang hanya sekitar 300–400 BUMN.
“Ketika kita buka Danantara, kita menemukan ada 1.074 BUMN dan BUMN itu ada yang punya anak perusahaan, cucu perusahaan bahkan cicit perusahaan. Ini luar biasa,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: 290 BUMN Ditutup, Prabowo Mau Sisakan yang Produktif
Prabowo menyampaikan, struktur BUMN yang terlalu gemuk membuat pengelolaan perusahaan negara menjadi tidak efisien. Dia bahkan menilai terdapat BUMN yang tidak produktif dan terus mengalami kerugian.
Prabowo mengatakan pemerintah kini melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan menutup perusahaan yang dinilai tidak produktif dan tidak memberikan nilai tambah bagi negara.
“Hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada 31 Desember 2026 kita target hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









