Pemerintah Bakal Beri Insentif Pajak untuk Pengembangan Geothermal

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan sejumlah terobosan untuk mempercepat pengembangan panas bumi di Indonesia, termasuk melalui pemberian insentif pajak bagi pelaku usaha.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya panas bumi terbesar di dunia.
Indonesia saat ini berada pada peringkat ke-2 dunia dalam kapasitas panas bumi terpasang. Total potensi panas bumi Indonesia mencapai 23.202,77 MW, sedangkan kapasitas yang telah terpasang sekitar 2.776,39 MW.
Baca Juga: Soal Pembatasan Pertalite untuk Desil 9-10, Bahlil: Masih dalam Kajian
Dengan demikian, baru sekitar 11,6% potensi panas bumi yang telah dimanfaatkan dan sekitar 88,4% masih belum tergali.
Bahlil menilai, salah satu kendala pengembangan panas bumi adalah proses regulasi yang masih panjang. Karena itu, pemerintah terus memangkas tahapan perizinan dan aturan yang dinilai menghambat investasi.
“Tidak ada cara lain adalah untuk melakukan percepatan implementasi geothermal, supaya bisa menjadi listrik ataupun menjadi yang lain, adalah harus ada kolaborasi,” kata Bahlil Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, Rabu (19/8/2026).
Bahlil menyampaikan, pemerintah juga telah mengevaluasi keekonomian proyek panas bumi. Meski harga keekonomian telah mencapai sekitar USD9,5 sen per kWh, pelaku usaha masih menilai angka tersebut belum cukup menarik.
Untuk itu, pemerintah akan menyiapkan tambahan insentif melalui perubahan Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres).
“Kita akan memberikan terobosan dengan insentif pajak. Jadi nanti kita akan merubah PP dan Perpres untuk kemudahan dan insentif terhadap bisnis sektor geothermal,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Indonesian Geothermal Association (IGA) Julfi Hadi mengatakan percepatan pengembangan panas bumi penting untuk mendukung ketahanan energi dan transisi energi Indonesia.
Menurutnya, panas bumi memiliki karakteristik base load sehingga dapat menjadi salah satu sumber energi andalan bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Langkah prioritas untuk mendukung swasembada energi adalah bagaimana kita bisa mempercepat perkembangan panas bumi, yaitu local resources Indonesia,” tutur Zulfi.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Uji Coba CNG 3 Kg Bakal Dilakukan Pekan Depan
Selain itu, pengembangan industri panas bumi dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan manufaktur peralatan geothermal di dalam negeri.
Julfi menyebut sekitar 88% cadangan panas bumi Indonesia masih belum dimanfaatkan. Karena itu, diperlukan langkah agresif untuk mempercepat pemanfaatan sumber daya tersebut.
“Langkah agresif ini mutlak diperlukan untuk merealisasikan visi besar Kementerian ESDM, yaitu target 30.1 atau menjadikan geothermal Indonesia sebagai nomor 1 di dunia pada tahun 2030,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk









