Bauran EBT Indonesia Capai 17 Persen, PLTS Masih Jadi Kontributor Terkecil

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bauran energi baru terbarukan (EBT) Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 17%.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi mengatakan, bauran EBT sempat mencapai 18% pada kuartal I-2026, sebelum terkoreksi menjadi sekitar 16,8%-17%.
Angka tersebut sesuai target yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini yang berada pada kisaran 17% hingga 21%.
Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap Potensi Panas Bumi RI yang Baru Terpakai 11,6 Persen
“Saat ini bauran energi baru terbarukan, mohon izin melaporkan, hari ini tercapai 17%, dan kemarin di triwulan pertama 18% energi baru terbarukannya,”
Turunnya capaian bauran EBT ini, kata Eniya dikarenakan mulai beroperasinya pembangkit-pembangkit listrik baru yang berbasis energi fosil, terutama gas bumi.
“Mungkin ada sedikit masuk pembangkit gas dan seperti lainnya, maka sedikit terkoreksi ke 16,8% sampai 17%,” tambahnya.
Lebih lanjut, Eniya menyebut, kontribusi terbesar dalam bauran EBT saat ini berasal dari biodiesel berbasis FAME dengan porsi 5,2%.
Selanjutnya, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) menyumbang sekitar 3,5%, sedangkan panas bumi berkontribusi 2,2%.
“Nah, panas bumi saat ini 2,2%. Kita harapkan di akhir RUPTL nanti dengan naiknya 5,2 giga porsinya menjadi 4,5%,” tutur Eniya.
Sementara itu, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan PLTS untuk meningkatkan kontribusi energi surya dalam bauran EBT nasional.
Tercatat, kontribusi PLTS masih menjadi yang terkecil, yakni sekitar 0,5%.
“Nah, ini yang perlu kita berikan atensi, arahan Pak Presiden juga sudah ada pengembangan PLTS (100 GW), kita harapkan itu bisa menjadi kontributor untuk menaikkan energi baru terbarukan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyusun rencana besar untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kapasitas PLTS sebesar 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan.
“Sekarang adalah arahan Bapak Presiden Prabowo kita harus membangun listrik energi terbarukan dari tenaga matahari. Ke depan akan kita bangun kurang lebih sekitar 100 gigawatt (GW),” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Bahlil menyampaikan bahwa proyek PLTS ini akan difokuskan untuk melistriki desa-desa dan kampung-kampung di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas akses listrik dan mengurangi ketimpangan energi nasional.
“Dan ini akan mendorong untuk bagaimana ketersediaan listrik bagi koperasi merah putih,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk








