Akurat Logo

Cegah Anak Telan Baterai, Panasonic Kenalkan Inovasi Bitter Coating, Apa Itu?

Andi Syafriadi | 21 Agustus 2026, 00:19 WIB
Cegah Anak Telan Baterai, Panasonic Kenalkan Inovasi Bitter Coating, Apa Itu?
PT Panasonic Gobel Energy Indonesia memperkenalkan Inovasi Terbaru Bitter Coiling Baterai - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Ukurannya kecil dan banyak ditemukan dalam perangkat sehari-hari. Namun, baterai kancing atau coin battery bisa menjadi berbahaya ketika tertelan anak-anak.

Risiko tersebut menjadi perhatian Panasonic dalam mengembangkan baterai coin terbarunya. Perusahaan memperkenalkan Bitter Coating Technology, yakni lapisan dengan rasa pahit pada permukaan baterai yang dirancang untuk membantu mencegah baterai tertelan secara tidak sengaja.

Inovasi tersebut diperkenalkan pada saat Pers Tour ke Pabrik Baterai Panasonic Gobel Energy Indonesia (PGCEI) di Cibitung, Jawa Barat.

Menurut Chief Sales Officer PT Panasonic Gobel Indonesia, Budi Pratama Widjaja mengatakan pengembangan fitur tersebut tidak terlepas dari penggunaan baterai coin yang dekat dengan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Panasonic Lumix L10 Resmi Meluncur, Kamera Compact Premium Bergaya Klasik

"Baterai coin digunakan dalam banyak perangkat sehari-hari, seperti alat kontrol, jam tangan, mainan. Namun kami juga menyadari adanya risiko serius apabila baterainya tertelan oleh anak-anak," kata Budi.

Menurut Budi, risiko tersebut menjadi bagian dari pertimbangan Panasonic dalam mengembangkan baterai dengan fitur keselamatan tambahan.

"Ini bukan sekadar isu, tetapi tanggung jawab yang harus kami jalankan," ujarnya.

Seperti yang diketahui, baterai coin memiliki bentuk kecil sehingga mudah digunakan pada berbagai perangkat. Di sisi lain, ukuran tersebut membuat baterai dapat berada dalam jangkauan anak-anak dan berisiko tertelan apabila tidak disimpan dengan baik.

Senada dengan Budi, President Director PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, Naoya Murakami mengatakan perhatian terhadap aspek keselamatan di lingkungan rumah tangga meningkat seiring dengan penggunaan baterai coin.

"Di tengah meningkatnya permintaan pasar, terdapat peningkatan kesadaran akan keselamatan di dalam rumah tangga, terkait risiko cedera serius akibat anak-anak yang secara tidak sengaja menelan baterai," kata Murakami.

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong Panasonic mengembangkan produk yang memiliki perlindungan tambahan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

"Sebagai perusahaan terdepan, kami mengembangkan produk yang dapat secara langsung melindungi nyawa anak-anak dan membantu mencegah kecelakaan akibat tertelannya benda asing," ujarnya.

Baca Juga: Panasonic Hentikan Produksi TV Sendiri, Gandeng Skyworth dari China

Murakami mengatakan Panasonic juga ingin menghadirkan baterai yang dapat digunakan konsumen Indonesia dengan tingkat keamanan yang lebih baik.

"Di Indonesia pun, kami ingin berkontribusi pada kemajuan masyarakat dengan menyediakan baterai yang aman dan terpercaya bagi banyak pelanggan," katanya.

Lapisan Pahit pada Baterai

Bitter Coating Technology menjadi salah satu fitur yang diperkenalkan Panasonic pada produk baterai coin tersebut.

Teknologi ini bekerja dengan memberikan lapisan bercita rasa pahit pada permukaan baterai. Kehadiran lapisan tersebut ditujukan sebagai perlindungan tambahan apabila baterai berada di sekitar anak-anak.

Budi mengatakan fitur tersebut merupakan bagian dari pendekatan Panasonic yang menempatkan aspek keselamatan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengembangan produk.

"Di Panasonic Indonesia, kami mengusung nilai Care for You. Bagi kami, care bukan hanya tentang kualitas produk, tetapi juga tentang memberikan rasa aman dan ketenangan bagi pelanggan dan keluarganya," kata Budi.

Turut hadir dalam peluncuran tersebut, South West Asia RHS Director Panasonic Energy Thailand, Shinya Yoshida mengatakan Panasonic tidak hanya mengembangkan fitur untuk mengurangi risiko baterai tertelan, tetapi juga mempertahankan karakteristik produk lainnya.

"Keunggulan dari produk ini meliputi perlindungan terhadap risiko tertelan secara tidak sengaja, daya simpan hingga 12 tahun, serta diproduksi dengan standar kualitas tinggi pabrik kami di Indonesia," kata Yoshida.

Yoshida mengatakan aspek keselamatan menjadi salah satu hal yang ingin disampaikan Panasonic kepada konsumen.

"Yang ingin kami berikan bukan hanya sekadar baterai, yang ingin kami berikan adalah rasa aman dan ketenangan bagi setiap keluarga," ujarnya.

Pengembangan baterai dengan Bitter Coating Technology tersebut juga diperlihatkan kepada media dalam kunjungan ke fasilitas Panasonic Gobel Energy Indonesia di Cibitung.

Dalam kunjungan itu, Panasonic memberikan kesempatan kepada media untuk melihat langsung fasilitas produksi baterai sekaligus memperoleh penjelasan mengenai proses produksi dan pengendalian kualitas.

Yoshida mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai proses yang dilakukan perusahaan sebelum produk sampai ke konsumen.

"Kami meyakini bahwa misi kami adalah membuat produk yang dapat digunakan dengan lebih aman, termasuk oleh keluarga yang memiliki anak-anak kecil," ujarnya.

Ia juga berharap informasi mengenai risiko baterai tertelan dapat lebih banyak diketahui masyarakat.

"Kami berharap kedepannya tidak hanya memperkenalkan produk ini sebagai sebuah produk baru, tetapi juga sebagai sebuah inovasi untuk melindungi keselamatan anak-anak," ucapnya kembali.

Menurut Yoshida, Panasonic akan terus mengembangkan produk dan teknologi baterai untuk pasar Indonesia.

"Ke depannya, Panasonic akan terus menghadirkan produk dan teknologi berkualitas tinggi untuk menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat di Indonesia," ujarnya.

Dengan Bitter Coating Technology, Panasonic mencoba memasukkan aspek keselamatan ke dalam pengembangan baterai coin yang digunakan dalam berbagai perangkat sehari-hari.

Fitur tersebut menjadi salah satu pendekatan perusahaan untuk mengurangi risiko yang muncul dari baterai berukuran kecil di lingkungan rumah tangga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.