Telur Peternak Jabar Dibidik Masuk Ekosistem MBG hingga Pasar Ekspor

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperluas pasar bagi peternak ayam petelur melalui Program EGG (Endog Jabar Go Global).
Program ini menghubungkan peternak dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung penyediaan telur bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus membuka peluang pasar hingga ke luar negeri.
Program EGG menjadi pengembangan lanjutan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) di Jawa Barat. Kali ini, pengembangan komoditas diarahkan pada ekosistem ayam petelur dengan pendekatan kemitraan terpadu atau closed loop dari sisi produksi hingga pemasaran.
Baca Juga: OJK Siapkan Akses Pembiayaan Rp456,5 Miliar untuk Peternak Telur Jabar
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman mengatakan, pendekatan closed loop dirancang agar akses keuangan bagi peternak tidak berdiri sendiri, tetapi berjalan bersama dengan kepastian pasar, pendampingan, dan penguatan rantai nilai.
“Program EGG kami arahkan untuk memastikan akses keuangan berjalan beriringan dengan kepastian pasar, pendampingan, dan penguatan rantai nilai. Dengan demikian, produktivitas dan skala usaha peternak dapat terus berkembang,” ujar Darwisman dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).
Salah satu bentuk perluasan pasar tersebut dilakukan melalui kemitraan antara peternak ayam petelur dan SPPG. Skema ini diarahkan untuk memperkuat kepastian penyerapan telur sekaligus mendukung kebutuhan bahan pangan dalam pelaksanaan MBG di Jawa Barat.
Dalam materi Program EGG, kemitraan tersebut diproyeksikan menghasilkan efisiensi anggaran sekitar Rp4,23 triliun per tahun. Efisiensi tersebut dihitung dari penyediaan telur dengan harga sekitar 10% hingga 15% lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Namun, angka Rp4,23 triliun tersebut merupakan proyeksi efisiensi anggaran dari skema kemitraan yang dirancang, bukan realisasi penghematan yang telah terjadi.
Penguatan pasar juga diarahkan ke luar Jawa Barat hingga pasar ekspor. Berdasarkan data semester I 2026 yang tercantum dalam materi program, nilai ekspor Jawa Barat untuk fertilized eggs for incubation of fowl atau telur tetas mencapai US$550,23 ribu.
Nilai ekspor tersebut meningkat 513% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor antara lain Myanmar, Brunei Darussalam, dan Malaysia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









