PHE Kejar Pengembangan CCS, Potensi Simpan Karbon RI Capai 578 Gigaton

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya dalam mempercepat implementasi teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) serta Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung transisi energi regional
Direktur Investasi & Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Utojo Danusaputro mengatakan, PHE telah menjalankan 10 program dengan total injeksi mencapai 5.671 ton CO₂ ekivalen.
Salah satu capaian penting adalah keberhasilan injeksi CO₂ pertama di Lapangan Sukowati yang telah diselesaikan pada Desember 2023, dan dilanjutkan dengan studi uji coba interwell CO₂ Enhanced Oil Recovery (EOR) pada tahun 2025.
Baca Juga: PHE Dekati Mahasiswa Lewat UYC, Bawa Isu Energi Lebih Relevan dengan Gen Z
Selain proyek skala pilot, PHE bersama ExxonMobil tengah mengembangkan proyek CCS Hub pertama berskala regional di Asri Basin. Proyek ini dirancang secara terintegrasi mencakup pengangkutan Liquid CO₂ (LCO₂), terminal penerimaan, pipa lepas pantai, sumur injeksi, hingga fasilitas penyimpanan.
"Pendekatan kami sangat terencana, di mana kami menimba pengalaman operasional melalui pilot project sekaligus secara paralel mempersiapkan infrastruktur dan ekosistem yang dibutuhkan untuk pengembangan CCS/CCUS berskala lebih besar," kata Dannif, Senin (28/9/2026).
Lebih lanjut, Dannif menjelaskan potensi besar Indonesia sebagai pusat penyimpanan karbon regional. Berdasarkan estimasi pemerintah, Indonesia memiliki potensi penyimpanan CO₂ nasional sebesar kurang lebih 578 gigaton yang tersebar di 20 cekungan (basin) produktif.
Khusus Asri Basin, potensi penyimpanannya diperkirakan mencapai sekitar 2,9 gigaton. Lokasi Asri Basin yang berada di lepas pantai dekat dengan pusat emisi domestik serta memiliki akses pelayaran strategis menjadikannya prioritas utama pengembangan injection hub CO₂.
Baca Juga: PHE Rampungkan Survei Seismik 6.000 Km di Laut Selatan Jawa
"Asri CCS Hub menggabungkan skala penyimpanan yang masif, lokasi strategis, serta konsep rantai transportasi dan penyimpanan yang lengkap. Tempat penyimpanan yang baik secara teknis juga harus layak secara komersial dan siap secara institusional. Kerangka regulasi pendukung di Indonesia telah tersedia, dan tugas kita bersama adalah mewujudkannya menjadi proyek yang dapat diimplementasikan serta bankable," ujar Dannif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









