MoU TEI Tembus USD13,2 Miliar, Tantangan Berikutnya Realisasi Ekspor

AKURAT.CO Nilai nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara eksportir Indonesia dan pembeli luar negeri dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencapai USD13,2 miliar atau sekitar Rp 236 triliun pada hari pertama penyelenggaraan.
Capaian tersebut setara dengan 75,4% dari target transaksi TEI 2026 sebesar USD17,5 miliar. Meski demikian, nilai MoU yang telah ditandatangani belum otomatis mencerminkan ekspor yang terealisasi.
Tindak lanjut kesepakatan menjadi tahap penting agar penjajakan bisnis selama pameran dapat berlanjut menjadi kontrak dagang dan pengiriman produk ke pasar internasional.
Baca Juga: TEI 2026 Kantongi Komitmen Dagang Rp236 Triliun dari Target Rp313 Triliun
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, optimistis target transaksi TEI tahun ini dapat tercapai. Menurutnya, capaian pada hari pertama menjadi modal bagi pemerintah untuk mengejar target selama lima hari penyelenggaraan pameran.
"Itu baru MoU. Jadi, di luar itu kita belum hitung. Memang target kita total transaksi selama lima hari ini adalah USD17,5 miliar. Saya yakin pasti tercapai karena di hari pertama pun sudah dapat transaksi yang cukup bagus," ujar Budi saat meninjau TEI 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).
TEI ke-41 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Pemerintah mengandalkan penjajakan bisnis yang telah dilakukan sebelum pameran untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Budi menjelaskan, proses tersebut tidak hanya berlangsung ketika pameran dibuka. Kementerian Perdagangan (Kemendag) bahkan dapat mempersiapkan pertemuan bisnis hingga setahun sebelumnya melalui koordinasi dengan eksportir dan calon pembeli mancanegara.
Eksportir yang ingin mengikuti TEI terlebih dahulu mendaftar dan berkoordinasi dengan Kemendag. Setelah itu, pemerintah membantu mempertemukan mereka dengan calon pembeli melalui perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.
Kemendag memiliki 46 perwakilan perdagangan yang tersebar di 33 negara. Jaringan tersebut mencakup atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), yang membantu menjajaki peluang pasar serta mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra bisnis.
"Jadi, teman-teman yang akan ikut TEI ini sudah mendaftar di kita, sudah ngomong ke kita, kemudian kita lakukan business matching dengan perwakilan kita," kata Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








