Akurat Logo

Tangani 60 Kasus Hambatan Dagang, Kemendag Identifikasi Rp8 Triliun Potensi Ekspor

Esha Tri Wahyuni | 18 Oktober 2026, 14:18 WIB
Tangani 60 Kasus Hambatan Dagang, Kemendag Identifikasi Rp8 Triliun Potensi Ekspor
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan telah mengamankan potensi penerimaan ekspor senilai lebih dari Rp8 triliun dalam dua tahun terakhir melalui penanganan 60 kasus hambatan perdagangan.

Upaya tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga akses produk Indonesia ke pasar internasional, termasuk di tengah tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana mengatakan, penanganan kasus tersebut mencakup hambatan perdagangan berupa antidumping, antisubsidi, safeguards, hingga hambatan teknis perdagangan lainnya.

Baca Juga: Dukung Ekspor UMKM, Kemendag-Astra Jalin 10 Kerja Sama Senilai Rp69 Miliar

Sejumlah produk yang memperoleh manfaat dari penanganan hambatan perdagangan tersebut antara lain kertas, kaca bening (clear float glass), biodiesel, bahan kimia hulu, dan baja nirkarat (stainless steel).

Tommy mengatakan, hambatan perdagangan dapat mempersulit pelaku usaha Indonesia untuk mempertahankan maupun memperluas pasar ekspor. Karena itu, diperlukan koordinasi antara pemerintah dan dunia usaha agar persoalan yang muncul di negara tujuan ekspor dapat ditangani.

"Hambatan perdagangan yang tentu memunculkan tantangan bagi pelaku UMKM. Dengan demikian, hal tersebut perlu dihadapi dengan kerja sama semua pemangku kepentingan," kata Tommy dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Menurut Tommy, pemerintah berharap forum bisnis dapat memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha sekaligus membuka peluang ekspor Indonesia ke pasar dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan, pentingnya membangun kepercayaan antara pemerintah dan dunia usaha untuk menjaga keberlanjutan perdagangan internasional.

Menurut Roro, perdagangan tidak cukup hanya diukur dari besarnya nilai transaksi. Hubungan jangka panjang dengan mitra dagang juga perlu dijaga, terutama ketika eksportir menghadapi hambatan di negara tujuan.

"Perdagangan internasional tidak selalu berjalan seperti harapan, bisa saja muncul hambatan dari negara tujuan ekspor. Namun kepercayaan yang terjalin antara pemerintah dan dunia usaha akan menguatkan perdagangan itu," ujar Roro.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.