Netizen Sering Sebut Fuji Punya 'Aura Maghrib', Apa Maksudnya?

AKURAT.CO Istilah 'aura Maghrib' sering digunakan oleh sebagian netizen untuk menyebut artis muda, Fujianti Utami Putri atau yang akrab disapa Fuji.
Istilah ini digunakan dengan maksud negatif, yaitu untuk merendahkan penampilan Fuji yang dianggap memiliki kulit berwarna gelap.
Baca Juga: Belum Ada Itikad Baik, Fuji Ogah Diajak Mediasi Eks Manajer Soal Penggelapan Uang
Penggunaan istilah ini pun menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk selebriti dan aktivis.
Salah satu selebriti yang pasang badan untuk Fuji adalah Marion Jola.
Ia mengatakan bahwa waktu Maghrib merupakan momen matahari terbenam yang dibarengi dengan pemandangan langit yang indah.
“Maghrib tuh bukannya cakep ya, ya kan Maghrib itu cakep ada sunset. Maghrib itu kalo misalkan di Muslim waktunya untuk sholat atau buka puasa, indah banget loh waktu itu. Terus kenapa tiba-tiba artinya jadi jelek jadi kotor cuma gara-gara mulut netizen nih,” kata Lala saat menjadi bintang tamu di podcast Azka Corbuzier dan Nada Tarina Putri, dikutip Rabu (19/6/2024).
Respons Marion Jola langsung memicu reaksi dari netizen. Banyak yang menghargai Lala karena menganggap magrib sebagai waktu yang istimewa, bukan sebagai hal yang negatif.
Sebenarnya apa maksud dari Istilah Aura Maghrib? Berikut ini penjelasan selengkapnya.
Istilah "aura Maghrib" sebenarnya tidak memiliki makna yang jelas.
Beberapa orang mengaitkannya dengan waktu Maghrib, yaitu saat menjelang matahari terbenam yang identik dengan suasana indah karena langit berubah menjadi jingga.
Dalam konteks yang digunakan untuk Fuji, aura Maghrib seolah-olah mengasosiasikan penampilan yang memiliki tone kulit lebih gelap dibandingkan lainnya.
Netizen menggunakan istilah aura Maghrib untuk Fuji karena warna kulitnya terlihat berbeda di kamera lain dibandingkan dengan kamera yang ia gunakan sendiri.
Hal ini membuat netizen memberikan istilah tersebut kepada Fuji.
Namun, penggunaan istilah aura Maghrib untuk Fuji memiliki dampak negatif yang signifikan karena dapat menimbulkan body shaming dan cyberbullying terhadapnya.
Tak hanya Fuji, artis lain seperti Sarah Tumiwa dan Shenina Cinnamon juga sempat dikritik karena memiliki warna kulit gelap seperti tidak terawat.
Padahal, setiap orang memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing, termasuk warna kulit.
Dengan demikian, penting untuk saling menghargai perbedaan dan tidak menggunakan istilah yang merendahkan orang lain berdasarkan penampilan fisik mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







