Bakal Tempuh Jalur Hukum Jadi Cara Aura Kasih Bantah Dekat dengan Ridwan Kamil

AKURAT.CO, Di tengah proses hukum perwalian anak yang masih berjalan, Aura Kasih harus menghadapi isu miring yang mengaitkan dirinya dengan politisi Ridwan Kamil.
Merasa reputasinya terganggu akibat kabar yang dinilai tidak berdasar, Aura Kasih melalui tim kuasa hukumnya mempertimbangkan langkah hukum sebagai bentuk pembelaan diri.
Baca Juga: Profil Aura Kasih: Biodata, Perjalanan Karier, dan Isu yang Pernah Menyeret Namanya
Kuasa hukum Aura Kasih, Alexander Januar, mengungkapkan bahwa kliennya merasa tidak nyaman dengan berbagai komentar dan narasi yang beredar di ruang publik.
"Ya pastinya sih enggak nyaman ya. Karena kan banyak ketikan-ketikan, banyak komentar-komentar yang bikin dia enggak nyaman," ujar Alexander melalui sambungan video pada media.
Meski demikian, Alexander menegaskan bahwa isu tersebut tidak sampai berdampak serius terhadap kondisi psikologis Aura Kasih. Namun, dia menilai situasi tersebut tetap mengganggu secara personal.
"Siapapun pasti akan risih sih buat enggak nyaman aja," lanjutnya.
Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Yanti Nurdin, menyampaikan sikap yang lebih tegas terkait isu tersebut.
Baca Juga: Empat Tahun Menjanda, Aura Kasih Belum Ngebet Nikah Lagi
Dia memastikan bahwa kabar yang beredar tidak sesuai dengan fakta dan saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti atas informasi yang dinilai menyesatkan.
"Itu semua enggak benar. Kita sedang kumpul, kan semua berita-berita yang enggak benar," kata Yanti.
Yanti menjelaskan, apabila bukti yang dikumpulkan telah mencukupi, pihaknya tidak akan ragu untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum dan melaporkannya kepada pihak berwajib.
"Nanti kita akan pertimbangkan apakah mau dilaporkan atau gimana. Setelah buktinya sudah cukup," tegasnya.
Menurut Yanti, penyebaran informasi yang tidak benar merupakan bentuk pencemaran nama baik yang serius dan tidak dapat dibiarkan.
"Kalau enggak benar kan, ya benar dong dicemarkan," ujarnya.
Dia pun mengimbau masyarakat dan media agar tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan atau mengolah kabar yang belum terbukti kebenarannya.
"Kalau memang enggak benar, enggak usah digoreng-gorenglah itu beritanya," pesannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








