Taqy Malik Komersialisasi Wakaf Mushaf? Randy Permana Beberkan Keuntungan Ratusan Juta

AKURAT.CO Nama Taqy Malik tengah menjadi sorotan setelah dituding menjadikan program wakaf mushaf al qur'an sebagai ladang bisnis.
Baca Juga: Selebgram Muda Taqy Malik Terseret Kasus Investasi Bodong Robot Trading
Tuduhan tersebut dilontarkan oleh Randy Permana, pemilik akun Instagram @paparich666, yang mempertanyakan mekanisme penyaluran wakaf yang dilakukan sang pendakwah.
"Antum penyalur wakaf atau jualan wakaf?" ucapnya dalam postingannya di Instagram.
Randy mengungkap bahwa kegiatan wakaf mushaf yang digelar Taqy sudah berlangsung sejak 2023 dan disebut telah dilakukan sebanyak tiga kali.
"Ketika Taqy membuka itu, masuklah kurang lebih amanah wakaf hampir 3.000 mushaf," ucap Randy Permana saat wawancara virtual pada Jumat (13/2/2026).
Menurut Randy, pembelian mushaf dalam jumlah kecil sebenarnya diperbolehkan. Namun, penyaluran dalam jumlah besar disebut menimbulkan kecurigaan otoritas keamanan masjid di Tanah Suci.
"Karena dari pihak otoritas keamanan masjid menilai bahwa mushaf ini diperjualbelikan oleh jemaah secara online, dan itu secara aturan dilarang," ucapnya.
Dia juga mengaku pernah mengingatkan Taqy agar lebih berhati-hati dalam menyalurkan mushaf.
"Saya sudah bilang, 'bro, hati-hati ya, jangan terang-terangan,'" kata Randy Permana.
"Kalau mau menyalurkan mushaf, dicicil saja, 50 atau 100 antar ke masjid. Jangan langsung ribuan seperti itu,'" sambungnya.
Randy menyebut dampak dari distribusi dalam jumlah besar itu turut dirasakan para muthowif yang bermukim di Mekkah dan Madinah. Mereka disebut sempat dicurigai berjualan mushaf.
"Polisi melihat itu, yang kena. Teman-teman di Mekkah dan Madinah, dikira jualan," katanya.
Bahkan, dia mengklaim beberapa rekannya sempat ditahan.
"Dipenjara 3-4 hari perkara niatnya hanya mau mewakafkan mushaf," kata Randy yang sudah 5 tahun menjadi tour guide.
Selain soal jumlah, Randy juga menyoroti harga yang dipatok dalam program wakaf tersebut, yakni mulai dari 80 riyal atau sekitar Rp330.000 per mushaf.
"Dia bilang, harganya naik dua kali lipat. Itu perkara dia sudah tidak bisa memborong di pabrik," kata Randy Permana.
"Jadi mau tidak mau dia beli di toko, yang di mana harga di toko rata-rata 40-50 riyal. Makanya dia mengatakan harga naik dua kali lipat," ujarnya lagi.
Randy kemudian mencoba menghitung potensi selisih harga yang menurutnya cukup besar.
"Mushaf kurang lebih kita ambil yang rata-rata toko jual 40 riyal kali dengan kurs saat ini kita ambil kurs Rp4.500," kata Randy Permana.
Dengan perhitungan tersebut, harga mushaf diperkirakan sekitar Rp180.000, sementara dijual Rp330.000.
"Untungnya dia itu Rp150.000 kalikan aja dengan yang dia sebut 2.000 mushaf. Rp300 juta sendiri dia dapat dalam sekali berangkat," kata Randy Permana.
Randy menegaskan bahwa jasa titip wakaf dengan tambahan biaya tertentu masih bisa dimaklumi selama nominalnya masuk akal.
"Mungkin (lebih) Rp10.000 per mushaf atau apa. Ya itu wajar karena karena ada ongkos dari tempat kita ke masjid, terus dari masjid kita ngangkat-ngangkat lagi atau apa itu sudah biasa," kata Randy Permana.
"Tapi bukan sampai Rp150.000," imbuhnya heran.
Baca Juga: Ayah Taqy Malik Cabut Kuasa Hukumnya, Loh Kenapa?
Di akhir pernyataannya, Randy memberikan pesan langsung kepada Taqy agar kegiatan wakaf tidak dijadikan sarana mencari keuntungan berlebihan.
"Silakan kamu menjadi wadah untuk menyalurkan sedekah tapi yang wajar. Jangan serakah," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Taqy Malik terkait tudingan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









