Akurat Logo

​Hijrah ke Dapur, Nicky Tirta Ungkap Kepuasan Batin Jadi Chef Dibanding Main Sinetron

Nuzulul Karamah | 1 Mei 2026, 16:36 WIB
​Hijrah ke Dapur, Nicky Tirta Ungkap Kepuasan Batin Jadi Chef Dibanding Main Sinetron
Nicky Tirta

AKURAT.CO, Sosok Nicky Tirta kini punya kesibukan baru yang jauh dari gemerlap lampu lokasi syuting.

Aktor yang dulunya dijuluki raja FTV ini, sekarang lebih akrab dengan pisau dapur dan apron ketimbang naskah skenario.

​Setelah 13 tahun mendalami dunia kuliner, pria berusia 43 tahun ini mengaku sudah mantap menanggalkan statusnya sebagai pemain peran demi profesi chef profesional.

Baca Juga: Tak Ikut Puasa, Nicky Tirta Senang Toko Kuenya Kebanjiran Pesanan

Ditemui dalam konferensi pers Chef Expo 2026, Nicky bercerita bahwa perjalanannya berganti haluan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

​"Ya, emang enggak mudah bertransisi dari aktor masuk ke kuliner nusantara, dunia kulinernya gitu," ujar Nicky Tirta saat ditemui di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).

​Meski penuh tantangan, pelantun lagu Indah Cintaku ini menemukan kebahagiaan yang berbeda saat berada di dapur. Baginya, ada kepuasan instan yang tidak ia dapatkan selama berkarier di dunia akting.

Menurutnya, proses kreatif di film memerlukan waktu yang sangat lama untuk sampai ke tangan penonton.

​"Ternyata ada perbedaan yang kontras buat saya ketika di aktor itu semua prosesnya berjalan panjang ada editing dan lain-lain baru sampai ke penonton," jelas Nicky.

​Berbanding terbalik dengan dunia seni peran, memasak memberikan umpan balik yang cepat dari penikmatnya.

Ekspresi jujur dari orang yang mencicipi masakannya menjadi energi tersendiri bagi Nicky.

​"Kalau di masak dari hati saya bisa lihat langsung ekspresi kepuasan dan apresiasi ke kita ketika makan masakan yang saya bikin dari hati. Itu dia," tambahnya.

Baca Juga: Nicky Tirta Gandeng Valendza ke Resepsi Vanessa Angel, Resmi Pacaran?

​Selain faktor kepuasan batin, kenyamanan Nicky di industri kuliner juga didorong oleh lingkungan yang suportif. Dia pun menyebut nama pakar kuliner legendaris, Siska Soewitomo, sebagai salah satu mentor yang memengaruhi sikapnya dalam berprofesi.

​"Terutama enggak cuma dari ilmunya saja tapi dari sikap sifat humble dan yang lain yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari sehingga saya nyaman di dunia kuliner ini," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.