Geram Mendiang Epy Kusnandar Dihina Mampus, Karina Ranau Resmi Laporkan Netizen ke Polisi

AKURAT.CO, Ketabahan Karina Ranau menghadapi perundungan digital pasca-kepergian sang suami, aktor kawakan almarhum Epy Kusnandar, akhirnya runtuh.
Didampingi putra semata wayangnya, Quentin Stanislavski Kusnandar, Karina resmi mengambil langkah hukum dengan mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (13/5/2026).
Keputusan berani ini diambil Karina setelah mendapati komentar netizen yang dinilainya sudah sangat keterlaluan dan tidak berperikemanusiaan.
Amarah Karina tersulut saat melihat sebuah komentar miring di unggahan video perayaan ulang tahun Quentin.
Padahal, video tersebut dibuat Karina dengan penuh dedikasi sebagai pengobat rindu terhadap sosok almarhum suaminya.
"Saya edit sendiri video itu dari pagi, saya susun momen-momen saat almarhum masih ada untuk ulang tahun anak saya," ungkap Karina dengan nada bergetar saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2026).
Namun, niat baik tersebut justru dibalas dengan cacian yang menyayat hati oleh salah satu akun media sosial.
"Tapi tiba-tiba ada yang komen: "mampus dia sudah mati, mampus dia sudah mati,'" lanjutnya.
Baca Juga: Isu Wasiat Epy Kusnandar: Bukan Permintaan Terakhir, Cuma Peran Film
Bagi Karina, ujaran kebencian tersebut tidak sekadar kasar, melainkan telah mengguncang kesehatan mental keluarganya yang masih terpukul sejak kepergian Epy Kusnandar pada Desember 2025 lalu.
Saking syok dan emosinya, Karina bahkan langsung meninggalkan warung tempatnya mencari nafkah untuk menuju ke kantor polisi, tanpa sempat memikirkan pendampingan kuasa hukum.
"Saya enggak mikirin kuasa hukum atau lawyer. Saat itu saya lagi jualan, lagi ramai, saya lihat komen itu langsung drop. Warung saya tinggalin, saya langsung ke Polres. Saya mau minta pertolongan karena ini sangat menyakitkan," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Karina juga memanfaatkan momen ini untuk menepis tuduhan miring yang menyebut dirinya sengaja memanfaatkan momen di makam sang suami demi mendulang materi atau popularitas.
"Saya tidak mencari keuntungan, saya tidak ada channel YouTube yang menghasilkan uang dari situ. Itu murni treatment untuk menguatkan diri saya sendiri," tambah Karina.
Di sisi lain, Quentin yang setia mendampingi sang ibu tampak berusaha tegar.
Remaja tersebut mengaku sedih, sekaligus miris melihat hilangnya empati dari sebagian pengguna media sosial.
"Sedih, cuma ya aku belum bisa bertindak apa-apa. Biasanya kalau ngerasain hal yang sama, bunda yang gerak duluan," ujar Quentin singkat.
Baca Juga: Warung Makannya Buka Lagi, Keluarga Epy Kusnandar Minta Ruang Berduka
Kasus ini dipastikan akan bergulir panjang. Karina Ranau menegaskan tidak akan memberikan toleransi dan langsung memberikan ultimatum keras kepada pemilik akun tersebut untuk segera menyerahkan diri.
"Saya pengin kasih waktu 3x24 jam. Kalau akun itu tidak berusaha menghubungi saya atau ketemu saya langsung, saya akan teruskan ini," ujar Karina.
Menutup pernyataannya, Karina menyatakan menutup pintu damai dan berharap pelaku bisa jera melalui jalur pidana.
"Tidak ada kata ampun, saya pengin dia masuk penjara," pungkasnya.
Laporan polisi Karina kini telah resmi terdaftar di Polres Metro Jakarta Selatan.
Saat ini, pihak keluarga tinggal menunggu jadwal pemanggilan resmi untuk agenda Berita Acara Pemeriksaan (BAP) lanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








