Disebut Kuncen Gunung Kawi Ikut Ritual Pesugihan, Pesulap Merah Duga Sarwendah Cuma Syuting
AKURAT.CO Marcel Radhival atau yang lebih populer dengan nama Pesulap Merah, akhirnya buka suara setelah nama artis Sarwendah mendadak terseret dalam pusaran isu pesugihan Gunung Kawi.
Isu ini mencuat usai Marcel melakukan wawancara dengan seorang kuncen di kawasan tersebut.
Dalam obrolan itu, sang kuncen mengklaim sejumlah nama selebritas papan atas, termasuk mantan istri Ruben Onsu, Sarwendah, pernah menginjakkan kaki di sana.
Menanggapi kehebohan publik, Marcel mengaku ingin meluruskan benang kusut tersebut.
Baca Juga: 7 Potret Hangat Marcel Radhival 'Pesulap Merah' dan Sang Istri
Pria yang identik dengan pakaian serba merah ini menduga kuat bahwa keberadaan Sarwendah di Gunung Kawi kala itu hanyalah untuk keperluan profesional, seperti prosesi syuting.
"Saya ragu, kemungkinan apa jangan-jangan dia datang ke sana memang syuting doang dan memang di syutingnya itu ada adegan gitu kali, mungkin. Terus disalahartikan," ujar Marcel Radhival saat ditemui di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (18/5/2026) malam.
Lebih lanjut, Marcel menjelaskan bahwa ada miskonsepsi di tengah masyarakat yang langsung mengaitkan kedatangan seorang figur publik dengan ritual mistis.
"Disalahartikan bahwa itu ritual. Mungkin. Kan saya juga enggak tahu kebenarannya gimana. Itu karena pernyataan si kuncennya doang," tambahnya.
Sebagai konten kreator yang fokus membongkar trik perdukunan, Marcel menegaskan posisinya hanya sebagai pewawancara.
Dia merasa tidak memiliki otoritas penuh untuk memvalidasi kebenaran dari ucapan sang kuncen, terlebih karena prinsip personal yang dianutnya.
"Karena, saya juga yang tipikal orang yang memang kepercayaan saya Islam," tegas Marcel.
Hingga saat ini, Marcel mengaku belum menerima teguran ataupun komplain, baik dari pihak manajemen Sarwendah maupun para penggemarnya.
Meski begitu, dia sangat terbuka jika ada figur publik yang merasa dirugikan dan ingin memberikan klarifikasi melalui platform miliknya.
"Saya ke sana cuma liburan kok. Saya ke sana cuma pengin belajar budaya aja. Mungkin mau klarifikasi kayak gitu, ya enggak masalah juga, bisa kontak saya. Saya enggak memihak satu orang atau satu sisi doang," tuturnya.
Di balik gaduhnya pemberitaan ini, Marcel menilai ada sisi positif yang bisa dipetik oleh masyarakat luas.
Menurutnya, momentum ini bisa membongkar taktik oknum di tempat keramat yang kerap mencatut nama tokoh terkenal demi menarik minat peziarah.
"Nah ini kan jadi malah hal yang positif. 'Oh jadi kita tahu, berarti kuncen-kuncen sana menjual nama-nama itu untuk orang-orang yang datang ke sana.' Kalau itu enggak ketahuan selama ini, berapa banyak orang yang datang ke sana terus percaya bahwa artis ini pernah ke sini, politikus ini pernah ke sini," papar Marcel.
Di akhir kalimatnya, dia kembali mengingatkan publik agar tidak mudah berasumsi buruk terhadap para artis yang pernah berkunjung ke destinasi tersebut.
"Bisa jadi ke sana memang mungkin liburan doang. Kayak saya kan ke sana juga. Tapi kan enggak ritual-ritual. Enggak percaya pesugihan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







