Akurat Logo

Dituduh Pesugihan di Gunung Kawi, Sarwendah: Cuma Syuting Konten Horor

Nuzulul Karamah | 30 Juli 2026, 13:14 WIB
Dituduh Pesugihan di Gunung Kawi, Sarwendah: Cuma Syuting Konten Horor
Sarwendah

AKURAT.CO Penyanyi sekaligus presenter Sarwendah akhirnya angkat bicara meluruskan rumor tak sedap yang menyeret namanya.

Mantan istri Ruben Onsu ini secara tegas membantah isu yang menyebut dirinya mendatangi Gunung Kawi di Malang, Jawa Timur, untuk melakoni ritual pesugihan.

​Sarwendah menegaskan bahwa kedatangannya ke lokasi yang kerap dikaitkan dengan hal mistis tersebut murni untuk urusan pekerjaan, yakni pengambilan gambar sebuah program bertema horor.

Baca Juga: Sarwendah Berserah Diri Pasrahkan Nasib Hak Asuh Anak dalam Mediasi dengan Ruben Onsu

​Penjelasan mendalam ini diungkapkan ibu tiga anak tersebut saat hadir sebagai bintang tamu di kanal YouTube podcast Curhat Bang milik Denny Sumargo.

​Saat disinggung langsung oleh Denny Sumargo mengenai kebenaran kabar burung itu, Sarwendah meresponsnya dengan tenang.

​"Enggak apa-apa kok, aku senyum karena aku syuting di situ. Aku syuting program KBP The Lost World, ada videonya program di YouTube," kata Sarwendah dikutip pada Kamis (30/7/2026).

​Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa momen kunjungannya ke Gunung Kawi terjadi saat masa pandemi Covid-19 lalu.

Kedatangannya merupakan bagian dari rangkaian syuting program horor berbayar, di mana jadwal dan penentuan lokasi sepenuhnya diatur oleh tim produksi.

​"Memang ada rutenya, ada Malang dan beberapa kota. Nah, aku dapatnya di Gunung Kawi. Karena kita sebagai artis ya sudah datang, karena itu syuting horor," ujarnya.

​Sarwendah kembali menekankan bahwa narasi pesugihan yang beredar di media sosial adalah spekulasi liar yang tidak berdasar.

​"Jadi, aku ke situ memang syuting horor, bukan seperti berita-berita di luar sana dan itu tidak benar," tegasnya.

​Selama berada di lokasi, ia bersama rombongan kru hanya menjalankan tata krama dan adat istiadat setempat demi menghormati warga sekitar sebelum memulai pengambilan gambar.

​"Pas datang kita disuruh kayak matur nuhun, kayak izin gitu. Memang ada adat di situ yang harus dilakukan. Harus makan nasi kuning bersama kru. Kita datang ke situ tentu harus menghormati dan izin dahulu," ungkapnya.

​Sarwendah menjamin tidak ada ritual aneh apalagi yang mengarah pada praktik pesugihan selama proses produksi berlangsung.

​"Enggak ada kata-kata pesugihan itu. Seribu persen tidak ada. Kalau Koh Densu mau menghubungi Pesulap Merah silakan saja," katanya.

Baca Juga: Merasa Dibatasi dan Harus Lewat Birokrasi, Ruben Onsu Ungkap Alasan Tak Bisa Asal Datang ke Rumah Sarwendah

​Di tengah pembicaraan, Denny Sumargo sempat menghubungi Marcel Radhival alias Pesulap Merah untuk meluruskan duduk perkara.

Pesulap Merah pun menyampaikan permohonan maaf karena potongan-potongan videonya di YouTube telah disalahartikan hingga memicu rumor palsu tentang Sarwendah.

​"Aku meminta maaf karena banyak orang yang memotong sehingga apa yang aku edukasikan menjadi tidak sesuai. Banyak sekali video aku dipotong dan menyalahartikan Sarwendah," ujar Pesulap Merah.

​Pesulap Merah menambahkan, niat awalnya membuat konten Gunung Kawi justru untuk memberikan edukasi kepada publik agar tidak memercayai hal-hal semacam itu.

​"Aku hanya mengedukasikan bahwa di sana enggak pernah ada pesugihan. Pesugihan tumbal itu pembodohan," tegasnya.

​Sarwendah pun menandaskan bahwa dirinya tidak pernah lagi menginjakkan kaki di Gunung Kawi setelah kegiatan syuting tersebut rampung.

​"Aku hanya diantarkan ke lokasi ini, lokasi ini, syuting, dikasih tahu, lalu selesai. Setelah itu saya tidak pernah ke situ lagi," ujarnya.

​Ia menyadari betul tidak bisa memaksakan publik untuk langsung mempercayai klarifikasinya. Namun sebagai bentuk tanggung jawab moral, ia merasa perlu meluruskan informasi yang terlanjur melenceng jauh.

​"Yang bisa kita lakukan adalah menjaga diri sendiri, orang di sekitar kita, dan memberitahu faktanya seperti ini. Kalau tidak diterima ya sudah, kita legowo saja," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.