Tragedi Halloween Itaewon Dikemas Apik Dalam Serial Dokumenter Crush: Overcrowded Overwhelmed

AKURAT.CO Genap 1 tahun tragedi memilukan Halloween di Itaewon 2022 lalu. Kisah ini diangkat dalam series dokumenter Paramount+ berjudul 'Crush' yang sudah tayang pada Selasa, (17/10/2023).
Pada malam Halloween tahun 2022, sebuah tragedi perayaan Festival Halloween terjadi di Itaewon, Seoul, Korea Selatan.
Akibat dari peristiwa ini, terdapat 156 korban jiwa, termasuk aktor Lee Ji-han, dan 172 orang cedera.
Penghimpitan kerumunan ini adalah tragedi paling mematikan di Korea Selatan sejak tenggelamnya kapal Sewol pada tahun 2014, yang menewaskan 306 orang.
Peristiwa ini juga merupakan acara dengan korban jiwa terbesar di Seoul sejak runtuhnya pusat perbelanjaan Sampoong pada tahun 1995, yang menewaskan 502 orang dan melukai 937 orang.
Tragedi ini kemudian diangkat menjadi film dokumenter yang diberi judul "Crush". Film dokumenter ini menggambarkan kronologi peristiwa tersebut dan dampaknya terhadap masyarakat Korea Selatan.
Film dokumenter "Crush" dimulai dengan kronologi peristiwa yang terjadi pada malam Halloween di Itaewon.
Penonton dapat melihat bagaimana kerumunan orang semakin membesar dan semakin sulit untuk diatur.
Penonton juga dapat melihat bagaimana para korban berjuang untuk keluar dari kerumunan dan bagaimana upaya penyelamatan dilakukan oleh petugas keamanan dan masyarakat sekitar.
Dalam film ini, Penonton akan melihat bagaimana para keluarga korban berduka dan bagaimana masyarakat bereaksi terhadap peristiwa ini.
Baca Juga: Miris! Hasil Investigasi Tragedi Itaewon Loloskan Pejabat Tinggi, Salah Layanan Darurat
Film dokumenter juga dapat menunjukkan bagaimana pemerintah Korea Selatan menangani tragedi ini dan upaya mereka untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.
Film dokumenter "Crush" sudah tayang pada Selasa, (17/10/2023) di Paramount+. Film dokumenter ini disutradarai oleh Kim Jin-moo dan diproduksi oleh CJ ENM.
Film dokumenter ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Korea Selatan karena dianggap sebagai pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam menghadapi kerumunan dan pentingnya solidaritas dalam menghadapi situasi darurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







