Akurat Logo

Sutradarai Film Baru, Ferly Halim Dapat Apresiasi Khusus dari Menekraf Teuku Riefky Harsya

Nuzulul Karamah | 29 Juni 2026, 14:54 WIB
Sutradarai Film Baru, Ferly Halim Dapat Apresiasi Khusus dari Menekraf Teuku Riefky Harsya
Ferly Halim Dapat Apresiasi Khusus dari Menekraf Teuku Riefky Harsya.

AKURAT.CO Industri perfilman Tanah Air kembali kedatangan talenta muda berbakat yang patut diperhitungkan.

Ferly Halim, sineas muda sekaligus pendiri rumah produksi independen Langit Pictures, baru saja mendapat apresiasi langsung dari Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) RI, Teuku Riefky Harsya.

​Apresiasi tersebut diberikan atas dedikasi Ferly dalam membangun ekosistem film mandiri, sekaligus menyambut karya layar lebar terbarunya yang bertajuk Takkan Kubiarkan Kau Menangis.

​Pertemuan hangat yang digelar di Gedung Kemenekraf RI, Jakarta, pada Selasa (23/6/2026) lalu tersebut menjadi ruang diskusi intim mengenai masa depan bioskop Indonesia. Turut hadir dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Cecep Rukendi.

Baca Juga: Indodax Short Film Festival 2024 Mengundang Sineas Tanah Air untuk Berkompetisi di Ajang Bergengsi

​Di usianya yang terbilang muda, Ferly Halim mengambil langkah berani dengan merangkap jabatan sebagai sutradara sekaligus produser.

Artinya, dia tidak hanya mengawal urusan estetik di lokasi syuting, tetapi juga memutar otak untuk urusan bisnis, mulai dari promosi, distribusi, hingga strategi pemasaran agar filmnya bisa dinikmati masyarakat luas.

​Bukan sekadar hiburan visual, lewat Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ferly ingin menyentuh hati penonton lewat konflik keluarga yang sangat relate dengan kehidupan masa kini, khususnya potret dinamika hubungan orang tua dari generasi milenial dan anak dari generasi Z.

​Ferly percaya bahwa karakter dan mimpi besar seorang anak selalu bermula dari kehangatan sebuah rumah.

​“Kadang kita lebih mudah menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada orang lain dibandingkan kepada keluarga sendiri. Padahal rumah adalah tempat pertama lahirnya mimpi, harapan, dan masa depan seorang anak,” ungkap Ferly Halim.

​Melalui film ini, Ferly berharap bisa memantik refleksi bagi para keluarga di Indonesia mengenai krusialnya komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak.

​Melihat kegigihan Ferly, Menekraf Teuku Riefky Harsya mengaku bangga dengan kemunculan para pemimpin perempuan di industri kreatif.

Keberanian sineas muda dalam mendirikan rumah produksi independen di tengah kompetisi pasar yang ketat dipandang sebagai angin segar bagi fondasi ekonomi kreatif nasional.

Baca Juga: Anies Komitmen Jadikan Yogyakarta Pusat Perfilman Indonesia Tersohor di Dunia Internasional

​Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem perfilman, salah satunya dengan mendorong pemerataan jumlah layar bioskop di berbagai daerah agar akses masyarakat terhadap film lokal semakin terbuka lebar.

​Senada dengan Menekraf, Cecep Rukendi menilai film-film bermuatan edukasi sosial seperti ini sudah sepatutnya mendapatkan ruang apresiasi yang luas dari publik.

​Bagi rumah produksi independen, tantangan terbesar kerap muncul pasca-produksi, terutama pada minggu awal penayangan yang menjadi penentu performa sebuah film di bioskop. Ferly pun menaruh harapan besar agar regulasi ke depan semakin berpihak pada keberlangsungan film-film nasional.

​“Sebagai rumah produksi, perjuangan kami tidak berhenti ketika film selesai dibuat. Justru tantangan berikutnya adalah bagaimana menghadirkan film tersebut kepada masyarakat. Kami berharap semakin banyak ruang dan kesempatan bagi film Indonesia untuk berkembang sehingga karya-karya yang membawa nilai edukasi dapat benar-benar sampai kepada publik,” tutur Ferly.

​Kabar baiknya, misi mulia film ini juga mendapat sambutan hangat dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang menginisiasi program nonton bersama untuk anak-anak yatim dan piatu.

Langkah ini diharapkan mampu menyebarkan pesan positif bahwa setiap anak, apapun latar belakangnya, berhak memiliki impian yang tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.