DMS+ Siapkan Strategi Scale-Up 2027, Bidik Ekspansi Konten Horor

AKURAT.CO DMS+ mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbesar skala bisnis pada 2027. Platform tersebut akan memperluas jangkauan konten, meningkatkan kapasitas produk, sekaligus memperkuat fondasi bisnis melalui pengelolaan hak cipta dan kolaborasi dengan mitra strategis.
Strategi tersebut dipaparkan dalam acara networking “Ruang Tamu DMS+ Vol. 2” yang digelar pada 2 September 2026 di Sixty Resto & Bar, Goodrich Hotel Antasari, Jakarta.
Acara yang mengusung tema “Chill & Build” itu mempertemukan partners, media, dan brand yang bekerja sama dengan DMS+.
Baca Juga: Harusnya Horror Tayang Perdana Hari Ini 20 Agustus 2026, Simak Sinopsis dan Pemainnya
CEO DMS+, Demian Aditya mengatakan bahwa pihaknya ingin memperluas jangkauan DMS+ menjadi horortainment sekaligus mendorong format vertical movie untuk menaikkan kapasitas produk melalui creator room dan juga My Movie.
“Wider, Higher, Bigger adalah arah kami membawa DMS+ memperluas jangkauan dengan mengubah DMS+ menjadi Horrortainment dan mendorong format Vertical Movie, menaikkan kapasitas produk lewat Creator Room dan My Movie, serta memperkuat fondasi bisnis lewat IP Management, didukung mitra strategis seperti Sinemaku Pictures dan Motorola Indonesia,” ujar CEO DMS+ Demian Aditya.
Sementara, lanjut Demian, pada aspek Higher, DMS+ akan meningkatkan kapasitas dan skala produk.
Senada dengan Demian, COO DMS+, Syahrizal memaparkan rencana pengembangan Creator Room sebagai ruang kolaborasi bagi kreator horor untuk membangun konten mereka sendiri di dalam platform.
"Kami juga menargetkan produksi 1.000 judul konten vertikal berbasis kecerdasan buatan atau AI. Konten tersebut akan mengangkat entitas yang sudah ada di Sosokpedia dan aplikasi. Selain itu, DMS+ menyiapkan My Movie yang akan berfungsi sebagai agregator film dan series vertikal lintas genre," paparnya.
Adapun aspek Bigger diarahkan untuk memperkuat fondasi bisnis.
"Nah nantinya, sistem tersebut akan digunakan untuk mengelola hak cipta dan aset kreatif secara profesional sehingga ekosistem konten di platform dapat dikembangkan, dilisensikan, dan dimonetisasi secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis di sektor teknologi maupun industri film," katanya.
Kolaborasi tersebut salah satunya dilakukan bersama Sinemaku Pictures. Dalam acara tersebut, Creative Director Sinemaku Pictures Umay Shahab turut membagikan perkembangan kerja sama dengan DMS+, dengan Demian Aditya bertindak sebagai Executive Producer.
Kerja sama tersebut menghasilkan film layar lebar “Memburu Pemangsa” yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 24 September 2026. Teaser film juga diputar dalam acara Ruang Tamu DMS+ Vol. 2.
Baca Juga: Sinopsis Harusnya Horror, Film Baru Garapan Reza Arap yang Tayang 20 Agustus 2026
Selain industri film, DMS+ melanjutkan kerja sama dengan Motorola Indonesia yang telah berlangsung sepanjang 2026.
Head of Marketing Motorola, Miranda Vania Warokka turut memaparkan kolaborasi kedua pihak, termasuk aktivitas “Penelusuran Take Over by Moto G67 Power 5G” pada 28 Agustus 2026.
"Nantinya, video highlight kegiatan tersebut diputar dalam acara tersebut sekaligus menjadi momentum pengumuman pemenang di hadapan media dan mitra DMS+. Di sisi lain, Ruang Tamu DMS+ Vol. 2 juga menjadi panggung peluncuran produk kolaborasi Luna Star dan Sara Wijayanto. Sara Wijayanto yang merupakan salah satu host DMS bersama Celina, CEO Luna Star, memperkenalkan koleksi “Aura Rose”," ucap Miranda.
Koleksi tersebut, lanjut Miranda, terdiri dari kalung dan gelang yang terinspirasi dari bunga mawar dan dirancang untuk dekat dengan keseharian pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









